Di waktu-waktu yang lalu, bondol coklatLonchura atricapilla dianggap sebagai anak jenis dari bondol rawa. Kajian Sibley dan Monroe (1990, 1993) telah memisahkan kedua taksa tersebut.[1] Meski demikian, banyak pula literatur yang masih menyebut populasi bondol coklat di Asia Tenggara (termasuk di Sunda Besar) sebagai bondol rawa Lonchura malacca.
Seperti namanya (tricoloured, tiga warna), bondol ini berwarna hitam di kepala dan leher, coklat berangan di pungggung, dan putih di abdomen, kecuali bagian perut, paha dan pantat yang berwarna hitam. Jantan dan betina berwarna serupa.[2]
Bondol rawa sering tampak menggerombol dalam jumlah besar, terbang atau hinggap memakan biji rumput-rumputan. Sesuai dengan sebutannya, bondol rawa terutama menghuni paya atau padang rumput berawa, atau di hutan di sekitar persawahan. Musim kawin terutama berlangsung antara Juni – Oktober. Telur berjumlah 5–7 butir, putih, disimpan dalam sarang dari rerumputan kering berbentuk bola, yang dibangun di semak-semak atau di antara batang-batang rumput tinggi.[2]