Biwa Hayahide (Jepang: ビワハヤヒデcode: ja is deprecated , Hepburn: Biwa Hayahide, 10 Maret 1990 – 21 Juli 2020) merupakan kuda pacu dan pejantan kuda pacu ras unggul asal Jepang. Selama karier pacunya, ia telah berkompetisi pada 16 balapan dan memenangkan 10 di antaranya, termasuk kemenangannya di Kikuka Sho tahun 1993, Tenno Sho (Musim Semi) dan Takarazuka Kinen tahun 1994.[2][3] Biwa Hayahide merupakan bagian dari "BNW[ja]" bersama dengan Winning Ticket dan Narita Taishin, rivalitas yang memperebutkan Japanese Triple Crown pada tahun 1993.[4] Rentetan finis di dua posisi teratas dalam 15 balapan pertamanya adalah yang terpanjang kedua dalam sejarah balap kuda pacu Jepang, tepat di belakang Shinzan.[5][6] Biwa Hayahide dinobatkan sebagai Japanese Horse of the Year tahun 1993.[7]
Latar belakang
Biwa Hayahide merupakan kuda kelabu yang dibiakkan di Hayata Farm, Koori, Fukushima. Ia dilatih oleh Biwa Biwa Co. Ltd. dan dilatih oleh Mitsumasa Hamada. Selama karier pacunya, ia ditunggangi oleh dua joki. Shigehiko Kishi[ja] menjadi joki Biwa Hayahide pada masa awal karier pacunya dan Yukio Okabe menjadi jokinya pada masa seniornya hingga pensiun.[3]
Biwa Hayahide merupakan anak dari Sharrood dan Pacificus. Pejantannya, Sharrood, merupakan anak dari Caro,[8] pejantan kelahiran Irlandia yang dilatih di Prancis yang meraih peringkat satu sebagai pejantan unggulan di Prancis tahun 1977.[9][10] Indukannnya, Pacificus, merupakan anak dari Northern Dancer,[11] pejantan asal Kanada yang dinobatkan sebagai salah satu pejantan terbaik di dunia serta dimasukkan ke dalam Canada's Sports Hall of Fame pada tahun 1965.[12][13][14] Selain itu, Biwa Hayahide juga merupakan saudara tiri dari Narita Brian,[15] kuda pacu yang dimasukkan ke dalam Japan Racing Association Hall of Fame pada tahun 1998.[16]
Ketika pelatihnya, Mitsumasa Hamada, pertama kali bertemu Biwa Hayahide, ia mengatakan bahwa 'dia masih tampak kurang berkembang secara fisik. Kepalanya besar untuk tubuhnya, dan kakinya tebal. Dia tampak tidak proporsional. Tapi silsilahnya bagus. Jarang sekali ada keturunan Northern Dancer dalam garis keturunan. Jadi saya tidak terlalu khawatir tentang bentuk tubuh Biwa Hayahide'.[17]
Saat berusia satu tahun, Biwa Hayahide mengalami cedera setelah menabrak pagar di peternakan. Tabrakan tersebut menyebabkan luka sayatan sekitar 10 cm (3,9 inci) di dekat tulang metatarsal pada kaki depan kanannya. Pelatihnya, Mitsumasa Hamada, menyatakan bahwa luka tersebut kira-kira sebesar koin 10 yen.[18] Kuda tersebut nyaris terhindar dari cedera parah - seandainya luka sayatan tersebut 1 cm (0,39 inci) lebih dalam, luka tersebut akan mengenai tendonnya, yang kemungkinan besar akan berakibat fatal.[18] Biwa Hayahide pulih dari cedera tersebut dan, saat berusia dua tahun, dikirim ke Hamada Stables untuk berlatih.[19]
Nama "Biwa Hayahide" didapatkan dari nama mahkota Biwa yang diberikan kepada kuda pacu kepemilikan Biwa Co. Ltd. serta kata "Hayahide" yang merupakan singkatan dari sebuah istilah dalam Bahasa Jepang (Jepang: 速さに秀でる, romanized:Haya-sa ni hīderucode: ja is deprecated ) yang berarti 'unggul dalam kecepatan.'[20][21]
Statistik balapan
Biwa Hayahide mengikuti 16 balapan, di mana ia memenangkan 10 balapan dan finis sebagai runner-up di 5 balapan. Data ini tersedia di JBIS dan netkeiba.[22][3]
Setelah pensiun dari karier pacunya, Biwa Hayahide beralih menjadi pejantan di Nissei Bokujo, Hidaka, Hokkaido.[23] Keturunannya tidak ada yang memenangkan pacuan grup, dengan yang tersuksesnya adalah San M.X. dengan total pendapatan ¥132,1 juta.[24] Biwa Hayahide penisun sebagai pejantan pada tahun 2005.[25]
Masa pensiun
Biwa Hayahide disimpan di Nissei Bokujo pada masa pensiunnya sebagai pejantan.[23]
Pada bulan September 2019, seorang karyawan Nissei Bokujo menemukan bahwa seseorang telah membobol peternakan dan memotong sebagian surai Biwa Hayahide, dengan panjang sekitar 10 cm dan lebar 10 cm. Insiden serupa dilaporkan di peternakan lain dalam beberapa minggu berikutnya. Di Yogibo Versailles Resort Farm, surai Taiki Shuttle dan Rose Kingdom dipotong, dan di kota Urakawa, surai Winning Ticket juga dipotong.[26]
Kematian
Pada tanggal 21 Juli 2020, Biwa Hayahide mati di Nissei Bokujo karena usia tua.[27][28][29]
Versi antropomorfis dari Biwa Hayahide muncul dalam franchise media anime Umamusume: Pretty Derby yang disuarakan oleh Yui Kondo. Ia digambarkan sebagai wanita tinggi berambut panjang dan lebat berwarna tinggi. Ia diceritakan sebagai ahli teori.[33]