Bintang Radio Indonesia, atau sering disebut sebagai Bintang Radio, adalah sebuah acara pencarian bakat menyanyi yang diselenggarakan oleh RRI. Saat ini (per 2024), acara ini disiarkan di RRI Programa 2 dan RRI NET.
Acara ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951 untuk memperingati Hari Radio (yang bertepatan dengan ulang tahun RRI).[1] Acara ini merupakan ajang pencarian bakat di media penyiaran yang tertua di Indonesia, dan masih diselenggarakan hingga saat ini.
Sejarah
Bintang Radio pertama kali diselenggarakan pada tahun 1951. Di tahun-tahun awal, perusahaan rekaman negara Lokananta merekam lagu-lagu para pemenang dan menyalurkannya ke stasiun-stasiun daerah RRI untuk diputar.[2]
Pada awalnya, Bintang Radio berfokus pada bidang lagu keroncong, namun sejak 1955 bidang lagu seriosa dan “hiburan” (lagu pop) mulai dimasukkan.[2]
Pada 1974, RRI bekerja sama dengan TVRI untuk mengadakan ajang ini. Nama acara pun berubah menjadi Bintang Radio dan Televisi.[2] Format ini tampak berakhir pada 1997.[3][butuh sumber yang lebih baik]
Pada dekade 2010-an, nama acara ini pernah dimodifikasi menjadi Bintang Radio Indonesia dan ASEAN,[4] di mana para pemenang berkesempatan mengikuti kompetisi serupa di tingkat Asia Tenggara.
Mulai tahun 2018, acara ini terlihat mulai tayang di RRI NET.[5] Penayangan ini merupakan yang perdana di televisi sejak dekade 1990-an.
Sebuah nota dari direksi RRI pada Februari 2025 mengisyaratkan bahwa Bintang Radio 2025 terancam batal digelar, kecuali jika "seluruh pembiayaannya didukung oleh mitra". Hal ini, yang juga dialami oleh acara sejenis seperti Pekan Tilawatil Qur'an 2025, merupakan imbas dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, yang berdampak pada efisiensi anggaran di LPP RRI.[6] Namun, pada bulan Juli RRI mengumumkan bahwa kompetisi itu tetap digelar pada tahun tersebut.[7]
Format
Pemilihan Bintang Radio dilakukan setiap tahun, dengan seleksi dilakukan secara berjenjang. Seleksi pertama berlangsung di tingkat satuan kerja (satker), yakni di masing-masing stasiun radio RRI. Penyisihan kemudian dilakukan di tingkat koordinator wilayah (korwil) – di mana peserta akan bersaing di satu dari 17 korwil RRI se-Indonesia, antar-korwil, hingga tingkat nasional.[8] Berbeda dengan banyak kompetisi serupa di media nasional, babak final Bintang Radio biasanya diselenggarakan di sebuah kota yang telah ditentukan sebelumnya.
Selama bertahun-tahun, penilaian peserta Bintang Radio di semua tahapan seleksi banyak ditentukan oleh dewan juri. Pada tahun 2025, terdapat perubahan format pada kompetisi Bintang Radio, yakni:
Diberlakukan sistem seleksi berjenjang: Masing-masing peserta pria dan wanita yang menjadi juara di tingkat Satker dan Studio Produksi (SP) RRI akan bersaing di masing-masing korwil.[9] Para pemenang di tingkat korwil kemudian akan bersaing dengan pemenang dari Korwil lain dalam seleksi antar-korwil untuk memperebutkan tiket ke tingkat nasional.[10] Untuk tahun 2025, seleksi antar-korwil dilaksanakan di Jakarta dari 17 hingga 19 Oktober untuk putaran pertama, 21 hingga 23 Oktober untuk putaran kedua, dan 25 hingga 27 Oktober untuk putaran ketiga.[11]
Kewajiban menyanyikan lagu daerah: Mulai edisi tahun 2025, peserta Bintang Radio diwajibkan memilih satu lagu daerah pilihan dari 17 korwil yang berbeda untuk ditampilkan pada babak seleksi hingga Grand Final.[12]
Keterlibatan masyarakat: Masyarakat diberikan jatah sebesar 30% dari total penilaian untuk memilih peserta dengan penampilan terbaik, karena RRI menambahkan kategori penilaian peserta berdasarkan suara (voting) terbanyak di aplikasi voting.[13]
Disamping aturan baru tersebut, tuan rumah Bintang Radio Indonesia tingkat Nasional mengalami perubahan. Penyelenggaraan tingkat nasional yang sebelumnya direncanakan bakal digelar di Banjarmasin, dipindahkan ke Jakarta, di mana babak Grand Final 10 besar tingkat nasional dilaksanakan selama tiga putaran pada tanggal 4 hingga 6 November 2025 di Auditorium Abdurrahman Saleh RRI Jakarta, sedangkan untuk penentuan juara tingkat nasional digelar pada 8 November 2025 di Auditorium Gedung Siaran Luar Negeri RRI Jakarta.[14][15]
↑Mardiyanto (1999). Himpunan Sambutan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah. Semarang: Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah. hlm.180. Diakses tanggal 20 April 2025. Tertulis "Final Pemilihan Bintang Radio Tingkat I Jawa Tengah Tahun 1998", mengindikasikan Bintang Radio tidak lagi tayang di televisi pada tahun itu. Ini berbeda dengan Rio Febrian atau Lucky Octavian yang dikenal luas di Internet sebagai peserta Bintang Radio dan Televisi 1997.