Tuti Maryati ( lahir 8 Oktober 1956) adalah penyanyi Keroncong Indonesia yang mampu bernyanyi dalam 24 bahasa di dunia.[1] Sebelumnya dikenal juga sebagai Tuti Tri Sedya.[2]
Sebagai individu yang multi-bakat, menjadikan Tuti Maryati memiliki banyak aktivitas dan prestasi. Sewaktu masih berstatus sebagai pelajar pada tahun 1974, ia pernah menjadi salah satu anggota Paskibraka Nasional mewakili Jawa Barat.[3] Pada tahun 1975, ia terpilih dalam pertukaran pelajar pada "Indonesia-Canada World Youth Exchange Program". Serta masih banyak lagi prestasi yang ia torehkan.
Tahun 1988, Tuti menjadi penyanyi di Istana Negara, yang menyanyi di depan para tamu Negara.[2] “Keroncong itu kuncinya di kelembutan. Itu mungkin yang membuat orang bilang keroncong bikin kantuk. Yang benar keroncong itu menenangkan jiwa” katanya. “Sebenarnya yang bikin kantuk itu packaging, cara pengemasan tampilan keroncong. Saya ingin tunjukan bahwa keroncong itu tak bikin kantuk” tambahnya, yang dulu sempat populer dengan nama Tuti Tri Sedya. Sempat menjadi pembawa acara, penyanyi sekaligus koordinator acara dalam Gebyar Keroncong, yang di tayangkan TVRI.
Selain disibukkan dengan aktivitas berkeroncong, Tuti Maryati juga bekerja sebagai Master of Ceremony (MC).
Tuti Tri Sedya menikah pada tahun 1977, namun bercerai pada tahun 2005. dari pernikahannya ia di karuniai 3 orang anak.
Diskografi
Album solo
Tuti Maryati in Japanese Keroncong, and Degung Sundanese (19??)