Karier
Setelah menyelesaikan program Formula Student,[6] namun sebelum lulus di tahun 2009,[11] Collins melamar untuk program peserta latih untuk sarjana dengan tim balap Formula Satu McLaren setelah melihat iklan dari program tersebut melalui departemen Teknik Mekanis Queen's University.[5][12] Collins pada awalnya ragu bahwa lamarannya akan diterima tetapi ia mengambil kesempatan untuk mengunjungi McLaren Technology Centre. Kemudian, setelah menyelesaikan serangkaian penilaian daring dan ujian, Collins mengamankan kursinya di program tersebut di tahun 2009.[5] Posisinya memerlukan rotasi departemen setiap tiga bulan untuk mendapatkan pengetahuan tentang setiap peran dan persyaratan antar tim.[6] Pada tahun kelulusannya, Collins berpindah ke departemen desain McLaren dan utamanya mengerjakan transmisi pada kendaraan mereka.[6] Collins juga mengajukan diri sebagai teknisi pada minggu balap Seri GP3 untuk memperluas pengalamannya.[6][10]
Lalu, Collins menerima tawaran untuk bekerja secara penuh untuk tim balap mobil sport McLaren GT dan mengambil dukungan untuk operasional pabrik untuk memanajemen emisi gas buang mereka, sesuatu yang Collins ingin kerjakan.[6] Di tahun 2012, Collins dipromosikan menjadi teknisi performa.[5] Pada bulan Juni, Collins didaftarkan pada daftar 30 Under 30 Make it in Great Britain Pemerintah Britania Raya dan Collins menjadi duta besar untuk kampanye tersebut.[13][14] Ia bekerja sebagai teknisi balap untukUnited Autosports GT team di tahun 2013.[7] Ketika teknisi performa McLaren sedang cuti orang tua di akhir tahun 2013, Collins ditugaskan sementara pada posisi tersebut untuk Grand Prix India dan Abu Dhabi dan kemudian diberikan posisi tersebut secara penuh untuk musim 2014. Collins bekerja dengan Juara Dunia tahun 2009 Jenson Button dan keduanya memiliki hubungan kerja yang baik.[5]
Pada Mei 2015, Collins meninggalkan McLaren untuk bergabung dengan tim Force India sebagai teknisi performa dan strategi senior untuk pembalap Nico Hülkenberg sebagai bagian dari tujuannya untuk menjadi teknisi operasional.[15] Pada musim tersebut, Collins membantu tim untuk meraih podium dengan pembalap Sergio Pérez pada Grand Prix Rusia 2015 dan kemudian membantu tim untuk meraih posisi keempat pada Kejuaraan Konstruktor di tahun 2016.[16] Di tahun tersebut, Collins muncul dalam daftar 30 Under 30 untuk Manufaktur & Industri di Eropa pada majalah Forbes tahun.[1]
Collins menetap di Force India setelah tim tersebut diakuisisi oleh konsorsium yang dipimpin oleh Lawrence Stroll dan berganti nama menjadi Racing Point. Setelah Racing Point berganti nama menjadi Aston Martin, Collins diangkat menjadi Kepala Strategi Balap. Di tahun 2022, Aston Martin mengumumkan bahwa Collins akan meninggalkan tim tersebut setelah Grand Prix Hungaria 2022.[17] Posisinya di Aston Martin digantikan oleh Peter Hall yang telah bergabung dengan Racing Point sejak tahun 2020.[18]
Pada tahun 2023, Collins bergabung dengan stasiun televisi Sky Sports untuk penayangan F1 mereka.