Seri GP3 (disingkat GP3) adalah sebuah seri balap motorpengemudi tunggal yang merupakan seri pengisi untuk Seri GP2, yang diluncurkan pada tahun 2010 oleh organisator GP2, yaitu Bruno Michel.[1] Pada awalnya, Seri GP3 direncanakan digabung dengan seri International Formula Master (IFM).[1] Mobil-mobil pada Seri GP3 menggunakan sasis baru dari Dallara, yang dikombinasikan dengan mesin dari Renault.[2] Seri GP3 mengikuti seluruh babak di benua Eropa dari seri Formula Satu dan Seri GP2 (sekarang Formula 2) sebagai perlombaan pendukung untuk keduanya. Sama halnya seperti Seri GP2, GP3 memberikan pengalaman lingkungan Grand Prix kepada para pembalap, dan memanfaatkan infrastruktur, seperti marshal dan fasilitas medis, yang tersedia untuk acara Formula Satu. Seri GP3 terutama balapan di sirkuit-sirkuit di benua Eropa, tetapi juga tampil di trek balap internasional yang lainnya, dengan balapan terbaru mereka di satu-satunya musim 2015 di Sirkuit Internasional Bahrain di Bahrain dan Sirkuit Yas Marina di Uni Emirat Arab sejak musim 2010.
Seluruh tim pada Seri GP3 menggunakan mobil balap dengan standar yang sama untuk semua tim, yaitu:
Sasis
Mobil balap dirancang dan dibuat oleh Dallara, yang saat ini memproduksi sasis untuk GP2.[3][2]
Mesin
Mobil balap GP3 menggunakan mesin buatan Renault, yang bertenaga 280 HP.[3][2]
Girboks
Mobil balap GP3 menggunakan girboks dengan 6 kecepatan membujur yang sekuensial dari Hewaland.[2]
Ban
Mobil balap GP3 menggunakan ban yang disediakan dari Pirelli, yang sama dengan penyedia ban untuk Seri GP2.
Bagian lain
Mobil balap GP3 menggunakan rem yang disediakan oleh Brembo, yang juga menyediakan untuk Seri GP2.[2][3]
Spesifikasi
Sasis: Dallara GP3/10Survival cell – struktur Sandwich Carbon/aluminium honeycomb dirancang oleh Dallara. Sayap depan dan belakang dapat diatur – struktur karbon dirancang oleh Dallara. Struktur badan, karbon, Kevlar, komposit kaca dirancang oleh Dallara.
Masa setiap seri balapan terdiri atas: satu latihan selama 30 menit pada hari Jumat, satu sesi kualifikasi selama 30 menit pada hari Sabtu, yang dilanjutkan dengan dua balapan pada hari Sabtu dan Minggu. Sesi kualifikasi adalah pertarungan langsung untuk meraih catatan waktu tercepat dan menentukan urutan posisi untuk balapan pertama pada hari Sabtu.
Balapan kedua dilaksanakan pada hari Minggu. Posisi ditentukan berdasarkan hasil balapan pertama pada hari Sabtu, di mana posisi delapan pembalap pertama ditukar, sehingga pembalap yang mengakhiri balapan pertama pada posisi ke-8 akan mengawali balapan kedua dari posisi pertama, dan pembalap yang mengakhiri balapan pertama pada posisi pertama akan mengawali balapan kedua dari posisi kedelapan.
Jarak setiap balapan ditentukan berdasarkan setiap balapan. Namun, jika 30 menit telah berlalu sebelum jumlah putaran yang direncanakan, maka balapan akan dinyatakan selesai dengan dikibarkannya bendera tanda akhir balapan pada pembalap pertama.
Sistem poin
Untuk pembalap yang mengawali balapan pertama dari posisi terdepan: 2 poin.
Untuk balapan pertama pada hari Sabtu:
Posisi ke-1: 10 poin
Posisi ke-2: 8 poin
Posisi ke-3: 6 poin
Posisi ke-4: 5 poin
Posisi ke-5: 4 poin
Posisi ke-6: 3 poin
Posisi ke-7: 2 poin
Posisi ke-8: 1 poin
Untuk balapan kedua pada hari Minggu:
Posisi ke-1: 6 poin
Posisi ke-2: 5 poin
Posisi ke-3: 4 poin
Posisi ke-4: 3 poin
Posisi ke-5: 2 poin
Posisi ke-6: 1 poin
Putaran tercepat: 1 poin per balapan.
Pembalap yang dapat meraih poin ini harus menyelesaikan setidaknya 90% balapan dan harus menyelesaikan lomba pada posisi sepuluh besar.
Dengan sistem ini, poin terbesar yang dapat diraih seorang pembalap dalam satu babak adalah 20 poin, dengan meraih posisi terdepan, memenangkan kedua balapan, dan meraih putaran tercepat pada setiap balapan.