Ia bersifat monomorfik seksual.[1] Ia memiliki punggung berwarna hijau zaitun, sayap berwarna karat, ekor berwarna karat, dan perut berwarna kuning.[2][3]
Vokalisasi
Kedua jenis kelamin bersuara.[1] Vokalisasi mereka yang paling umum digambarkan sebagai suara " tu-wee". Mereka juga memproduksi "peluit-peluit" dan " obrolan-obrolan serak".[1]
Berkembang biak dan Bersarang
Ia berkembang biak selama musim hujan di Papua, dan bertelur di sarang berbentuk cangkir yang rendah di atas tanah di pepohonan.[1] Sedikit penelitian yang dilakukan mengenai ukuran kandang, tetapi satu telur tercatat sebagai ukuran kandang yang tampaknya umum.[1]
Referensi
12345Donaghey, Richard Hallam, and Carolyn A. Donaghey.