Sebelum dimekarkan, kabupaten Bengkulu Utara memiliki luas 9.585,24km², di mana wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Mukomuko masih termasuk wilayah kabupaten ini. Setelah dimekarkan, Bengkulu Utara luas wilayahnya berkurang menjadi 4.424,60km².
Pada 2020, penduduk kabupaten Bengkulu Utara berjumlah 296.523 jiwa, dengan kepadatan 67 jiwa/km²,[5] dan pada pertengahan 2025 berjumlah 311.936 jiwa.[2][3]
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bengkulu Utara Tahun Anggaran 2024 berjumlah Rp1.445.782.633.024,00.[6]
Sejarah
Pada saat Bengkulu masih bersama ke Provinsi Sumatera Selatan, UU Darurat No.4 Tahun 1956 menyatakan Bengkulu Utara sebagai kabupaten dalam Provinsi Sumatera Selatan dengan ibu kota di Kotamadya Bengkulu. Saat pemekaran Provinsi Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara merupakan bagian dari Provinsi Bengkulu melalui UU No. 09 Tahun 1967 (UU Pembentukan Provinsi Bengkulu). Setelah perpindahan ibu kota dari Kota Bengkulu, sejak tahun 1976 ibu kota Kabupaten Bengkulu Utara pindah dari Kota Bengkulu ke Kota Arga Makmur (melalui PP No. 23 Tahun 1976). Pemekaran Kabupaten Bengkulu Utara berdasarkan UU. Nomor 23 Tahun 2003, Kabupaten Bengkulu Utara mekar menjadi dua kabupaten, yaitu Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Mukomuko.[butuh rujukan]
Geografi
Koordinat geografis Bengkulu Utara di posisi 2015 – 4o LS dan 1020 32 -1020 8 BT dengan luas wilayah 4.424,60km2.[butuh rujukan]
Garis pantai yang dimiliki Kabupaten Bengkulu Utara sepanjang 262,63km dan mempunyai potensi sumber daya pesisir, pantai, dan laut baik hayati maupun nonhayati yang cukup besar berpeluang untuk dapat dikembangkan dan dikelola sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah.[butuh rujukan]
Kondisi tanah di Kabupaten Bengkulu Utara terdiri dari Latasol: 29.01%, Asosiasi Latosol dan PMK: 1,42%, Asosiasi MPK dan Lotosol: 25,36%, Pedsolik Merah Kuning: 1,16%, aluvial:3,15%, Organosol dan lain-lain: 39,90%.[butuh rujukan]
Dari sisi hidrologis, Kabupaten Bengkulu Utara memiliki banyak sungai yang berhulu di sisi timur bukit barisan dan mengalir ke Samudra Indonesia. Di antara sungai-sungai yang ada beberapa sungai yang dapat dilayari oleh kapal dengan bobot mati 25 ton.[butuh rujukan]
Kondisi geografisnya sebagian besar merupakan dataran dengan ketinggian dibawah 150 mdpl terdapat di bagian barat membujur searah pantai dari selatan ke utara, sedangkan di bagian timur topografinya berbukit-bukit dengan ketinggian 541 mdpl.
Kabupaten Bengkulu Utara memiliki 19 kecamatan, 5 kelurahan, dan 215 desa. Luas wilayahnya mencapai 4.324,60 km² dan penduduk 279.223 jiwa (2017) dengan sebaran 65 jiwa/km².[10][11]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bengkulu Utara, adalah sebagai berikut:
Dari segi bahasa, Masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara dapat dibedakan menjadi beberapa golongan yaitu Suku Rejang, Suku Pekal, Suku Enggano dan suku pendatang (Jawa, Minang, Sunda, Bali, Madura dan Batak). Masyarakat suku Rejang merupakan suku dengan populasi terbesar di Kabupaten Bengkulu Utara.[butuh rujukan]
Berdasarkan sensus penduduk2010, Kabupaten Bengkulu Utara berpenduduk 257.675 jiwa yang terdiri atas 132.583 laki-laki dan 125.092 perempuan. Dengan luas wilayah 4.424,60km², maka rata-rata kepadatan penduduk Kabupaten Bengkulu Utara sekitar 58,23 per km². Pertumbuhan penduduk dari tahun 2000-2010 sekitar 3,54% per tahun. Itu merupakan pertumbuhan penduduk terbesar di kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Kepadatan penduduk terbesar berada di Kecamatan Arga Makmur dengan jumlah sekitar 474,57 jiwa/km². Kepadatan penduduk terkecil berada di Kecamatan Enggano dengan populasi 6,71 jiwa/km².[12][13]