Pembangunan Bandar Udara Lasikin sudah dimulai tahun 1980-an dan diresmikan pada tahun 1981 dan diperluas secara bertahap sejak 2002. Saat itu Pemerintah Kabupaten Simeulue membebaskan lahan 50 hektare untuk perluasan bandara ini. Program rehabilitasi dan rekonstruksi Bandar Udara Lasikin memperbaiki semua gedung yang rusak, peningkatan landasan pacu dari lebar 900 x 23 meter menjadi 1.410 x 30 meter menjadi 1.710 x 30 meter.
Bandar Udara Lasikin dapat didarati pesawat jenis Cessna 208B (Susi Air), dan ATR-72 seri 500 dan 600 (Wings Air).