Bakrie Group adalah sebuah perusahaan konglomerat yang didirikan oleh Achmad Bakrie pada tahun 1942. Perusahaan bergerak di banyak sektor, termasuk Pertambangan, MIGAS, Properti, Infrastruktur, Media, dan Telekomunikasi. Bakrie Group adalah satu dari grup bisnis terbesar di Indonesia, dengan 10 anak usahanya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Saat Ini, Bakrie Group dipimpin oleh Nirwan D. Bakrie (Chairman) dan Indra U. Bakrie (Co-Chairman).
Aburizal Bakrie telah pensiun dari Bakrie Group pada tahun 2004 untuk meneruskan karier Politiknya yang pada saat itu menjabat sebagai Menko Perekonomian. Pada tahun 2009, Aburizal Bakrie mengundurkan diri dari DPR dan dipilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar partai kedua terbesar di Indonesia pada tahun tersebut.
Sejarah
PT Bakrie & Brothers Tbk didirikan pada tahun 1942 oleh almarhum H. Achmad Bakrie (1916-1988). Perjalanan Perseroan diawali dengan kisah usaha niaga sederhana yang kemudian berkembang, dan setelah terus tumbuh selama lebih dari 75 tahun, kini bergerak di bidang usaha investasi dan/atau divestasi; mengukir berbagai prestasi dan mengantarkan Perseroan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.[1]
Perseroan mencatatkan diri di Bursa Efek Jakarta (sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia) pada tahun 1989. Pendekatan portofolio investasi Bakrie Group adalah pada penguasaan bisnis potensial, mengembangkan sinergi usaha jangka panjang, serta merancang dan mengimplementasikan strategi penciptaan nilai.[1]
Di milenium baru ini, aktivitas usaha Bakrie Group telah berkembang meliputi bidang perdagangan umum, jasa konstruksi, agribisnis, pertambangan batubara, minyak & gas bumi serta telekomunikasi; sambil tetap mengembangkan bidang manufaktur yang telah dimulai sejak tahun 50-an seperti pipa baja, bahan bangunan dan komponen otomotif. Perseroan juga turut berpartisipasi dalam usaha pembangunan infrastruktur strategis di sektor energi dan transportasi. Diversifikasi usaha ini telah membuka peluang bagi Perseroan untuk turut berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Bakrie Group, melalui PT. Pelita Jaya Cronus diakuisisi A-League pemegang gelar Brisbane Roar pada 2011. Bakrie Group awalnya membeli 70% saham klub, tetapi pada 2012 Federasi Sepak Bola Australia (FFA) mengumumkan bahwa Bakrie Group telah mengakuisisi 100% kepemilikan klub A-League Brisbane Roar FC.[4] Pada Mei 2016, Brisbane Roar menghadapi turbulensi administrasi dan keuangan ketika kepemilikan tim mengadakan investasi di klub, yang mengakibatkan Brisbane Roar gagal membayar staf dan pemain.[5]
C.S. Visé, klub sepak bola liga divisi kedua Belgia diakuisisi oleh Bakrie Group pada tahun 2011,[6] selama kepemilikan Bakrie, pemain muda Indonesia seperti Syamsir Alam, Manahati Lestusen dan Alfin Tuasalamony dipanggil untuk bermain untuk klub.[7] C.S Vise akhirnya dijual oleh Bakrie Group pada tahun 2014.[8]
Pelita Jaya Basketball didirikan pada tahun 1987 oleh Bakrie Group. Pelita Jaya adalah juara liga basket nasional tiga kali. Saat ini manajemen klub dipimpin oleh Syailendra Bakrie dan saat ini bertanding di Liga Bola Basket Indonesia (IBL).[9]
↑"Bakrie Group takes 100% of Roar". Brisbane Roar FC (dalam bahasa Inggris). 2012-02-07. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-15. Diakses tanggal 2020-07-18.