Jalan Tol Cimanggis-Cibitung
Jalan Tol Cimanggis-Cibitung adalah proyek BIIN bersama dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang dimulai pada tahun 2008. Jalan Tol tersebut berlokasi di bagian dari Jaringan Hakarta Outer Ring Road (JORR II), dan terentang sepanjang 26.4 km, yang akan peroperasi melalui kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Bogor.[2]
Ruas tol Cimanggis Cibitung terdiri atas lima seksil; seksi I Cimanggis-Transyogi sepanjang 3.5 km, Seksi II Transyogi-Cikeas, Seksi II Cikeas-Narongong sepanjang 3.5 km, Seksi IV dari Narogong-Setu sepanjang 8.8kkm dan seksi V dari Setu ke Cibitung sepanjang 7.6 km (Ruas tol Cimanggis Cibitung terdiri atas lima seksi, yaitu seksi I Cimanggis-Transyogi sepanjang 3,5 km, Seksi II Transyogi-Cikeas, Seksi II dari Cikeas-Narogong sepanjang 3,5 km, seksi IV dari Narogong-Setu sepanjang 8,8 km dan seksi V dari Setu ke Cibitung sepanjang 7,6 km.[3][4]
Kalimantan Jawa Gas
Kalimantan Jawa Gas (KJG) adalah sebuah joint venture antara PT Permata Graha Nusantara (80%) dan PT Bakrie & Brothers Tbk (20%). KJG menjalankan transportasi gas bumi melalui pipa.
Transmisi gas bumi Kalija membentang sepanjang 1.400 km, dari pantai Kalimantan Timur hingga Semarang, Jawa Tengah, dengak kapasitas saluran hingga 1.000 mmscfd melalui jalur pipa open access.[5]
Jaringan pipa transmisi gas KJG menghubungkan sumur gas bumi milik PC Muriah Ltd. di Lapangan Kepodang, menuju Onshore Receiving Facilities (ORF) dan Unit Bisnis Pembangkit Indonesia Power di Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah, sebagai end user.[6]