Dalam Prasasti tablet memuat pengamatan Jupiter dari tahun ke-43 pemerintahan Artaxerxes II hingga tahun ke-13 pemerintahan Alexander Agung.[11] Selain itu, posisi planet-planet sepanjang tahun juga telah ditentukan menggunakan bagan astrologi.[11]
Karya astronomi Muslim pertama yang penting adalah Zij al-Sindhind yaitu karya matematikawan Persia al-Khwarizmi pada 830. Karya ini berisi tabel pergerakan Matahari, bulan, dan lima planet yang dikenal pada waktu itu, dan penting karena memperkenalkan konsep Ptolemaik ke dalam ilmu pengetahuan Islam. Karya ini juga menandai titik balik dalam astronomi Islam. Sebelumnya, para astronom Muslim telah mengadopsi pendekatan penelitian utama di bidang ini, menerjemahkan karya orang lain dan mempelajari pengetahuan yang telah ditemukan. Karya al-Khwarizmi menandai awal metode studi dan perhitungan non-tradisional.[13]