Perayaan Tirgan sekaligus Hari Nasional Damavand di Amol
Dirayakan oleh
Iran Tajikistan Kanada (oleh masyarakat Iran dan Zoroastrianisme) Uni Eropa (oleh masyarakat Iran dan Zoroastrianisme) Amerika Serikat (oleh masyarakat Iran dan Zoroastrianisme)
Tirgan (تیرگانcode: fa is deprecated , dibaca Tirgān) adalah festival musim panas kuno asal Iran yang hingga kini masih dirayakan setiap tanggal 13 Tir menurut kalender matahari Persia—biasanya jatuh pada awal bulan Juli dalam kalender Masehi. Perayaan ini ditandai dengan ciprat-cipratan air, tarian, pembacaan puisi Persia, serta penyajian makanan tradisional seperti sup bayam dan sholezard. Anak-anak biasa mengikat gelang warna-warni di pergelangan tangan, dipakai selama sepuluh hari, lalu dilepaskan ke sungai atau aliran air sebagai bentuk doa dan kegembiraan.[1][2]
Tirgan merupakan warisan budaya Iran yang masih hidup di berbagai wilayah, terutama Provinsi Mazandaran, Provinsi Khorasan, dan Arak. Sejarawan seperti Abu Sa'id Gardezi, Al-Biruni, serta Al-Masudi telah mencatat keberadaannya, begitu pula pelancong Eropa pada masa Dinasti Safawi. Festival ini dipersembahkan kepada Tishtrya, yazata yang menguasai hujan dan petir, yang dipercaya turun ke bumi untuk mendatangkan curah hujan yang sangat dibutuhkan.[3]
Legenda yang paling terkenal berkisah tentang Arash si pemanah. Ketika Iran dan Turan berselisih batas wilayah, Arash dipilih untuk melepaskan anak panah pada tanggal 13 Tir. Tempat jatuhnya panah akan menjadi batas kedua negeri. Anak panah itu terbang sangat jauh—menurut Biruni dari pegunungan Amol hingga perbatasan Khorasan Besar antara Fergana dan Tabaristan, sedangkan Gardezi menyebut antara Fergana dan Bactria. Setelah panah mendarat, hujan pun turun deras di kedua wilayah, mengakhiri kekeringan dan membawa damai.[4][3]
Di Iran utara, khususnya Mazandaran dan Amol, Tirgan dirayakan dengan semarak. Orang-orang berkumpul di tepi sungai atau air terjun, saling menyiram air, menari, dan membaca puisi Hafez atau Ferdowsi. Di Tehran, Karaj, Yazd, Meybod, Kerman, Shiraz, Isfahan, hingga Ahvaz, acara serupa digelar dengan skala yang berbeda-beda. Masyarakat Zoroastrianisme juga merayakannya di luar negeri, baik di Eropa maupun Amerika Serikat, dengan tetap mempertahankan ritual ciprat air dan gelang pelangi.[5][6]
Dalam teks Avesta, Tishtrya digambarkan sebagai bintang cemerlang yang bergerak cepat menuju lautan luas, sama seperti anak panah Arash yang melesat dari gunung Airyukhsha menuju gunung Khwanvant. Bacaan ini masih dilagukan pada perayaan Tirgan hingga sekarang.[7]