Taksonomi
Linnaeus adalah orang pertama yang mendeskripsikan pakis punggung berkarat dengan nama binomial Asplenium ceterach dalam karya Species Plantarum pada tahun 1753.[4]
Sebuah filogeni global Asplenium yang dipublikasikan pada tahun 2020 membagi genus ini menjadi sebelas klad, yang diberikan nama informal sementara menunggu studi taksonomi lebih lanjut. A. ceterach termasuk dalam "subklad Ceterach" dari "klad Phyllitis". Anggota klad Phyllitis memiliki helaian daun utuh atau pinnatifid dengan tekstur tebal dan berserat, sisik yang menetap pada tangkainya, dan sering memiliki tulang daun yang saling terhubung (anastomosis). Anggota subklad Ceterach memiliki daun pinnatifid, biasanya tertutup tebal oleh bulu dan/atau sisik, serta tulang daun yang saling terhubung secara tidak beraturan.
Sebaran
Asplenium ceterach memiliki sebaran luas di Eropa Barat dan Tengah, ditemukan di negara-negara: Albania, Austria, Belgia, Bulgaria, Krimea, Kroasia, Siprus, Prancis, Jerman, Britania Raya, Yunani, Hungaria, Irlandia, Italia, Kazakhstan, Malta, Belanda, Portugal, Rumania, Spanyol, Swedia, dan Swiss. Spesies ini juga asli di wilayah pulau Eropa: Kepulauan Balear, Korsika, Kreta, Sardinia, dan Scilly. Selain itu, dapat ditemukan di wilayah Kaukasus Utara dan Turki Eropa. A. ceterach diyakini telah punah secara lokal di Polandia.[8]
Di Asia, Asplenium ceterach dapat ditemukan di Afghanistan, Tiongkok, Iran, Irak, Lebanon, Suriah, Pakistan, Israel, Tajikistan, Turki, dan Uzbekistan. Sebarannya meluas ke wilayah Transkaukasus serta sepanjang Pegunungan Himalaya Barat, termasuk Tibet.[8]
Di Afrika, sebaran Asplenium ceterach mencakup beberapa negara di Afrika Utara, yaitu Aljazair, Djibouti, Libya, Maroko, dan Tunisia. Di lepas pantai Afrika, spesies ini juga ditemukan di Kepulauan Canary.[8][9]
Asplenium ceterach biasanya hidup di celah-celah batu karbonat dan juga tumbuh di mortir dinding batu atau bata. Spesies ini dapat ditemukan hingga ketinggian 2.700 m di atas permukaan laut, meskipun lebih menyukai lokasi pegunungan, di mana biasanya tumbuh di dinding dan lereng berbatu yang terkena sinar matahari langsung. Berbeda dengan banyak pakis lainnya, spesies ini menyukai tumbuh di bawah sinar matahari penuh dan membutuhkan sedikit atau bahkan hampir tidak ada kelembapan.[10]