Asam metanaseleninat dapat disintesis dengan mudah melalui oksidasi dimetil diselenida yang tersedia secara komersial dengan hidrogen peroksida 3%.[2]
CH3−Se−Se−CH3 + H2O2 → 2 CH3−Se(=O)−OH
Asam seleninat dapat dibuat melalui oksidasi selenoester dengan satu ekuivalen dimetildioksirana (DMDO). Penggunaan DMDO berlebih akan menghasilkan asam selenonat (R−Se(=O)2−OH) yang belum banyak dipelajari.[3]
R−Se−C(=O)−R' + DMDO → R−Se(=O)−OH
R−Se−C(=O)−R' + DMDO berlebih → R−Se(=O)2−OH
Asam seleninat, yang terbentuk selama eliminasi sinselenoksida, akan mengalami disproporsionasi spontan menjadi asam seleninat dan diselenida yang sesuai:
4 R−Se−OH → 2 R−Se(=O)−OH + R−Se−Se−R
Struktur, ikatan, sifat
Asam metanaseleninat, dari dekomposisi Se-metilselenosisteinaSe-oksida tetapi juga tersedia secara komersial, telah dikarakterisasi melalui kristalografi sinar-X.[4] Konfigurasi atom selenium berbentuk piramida, dengan Se-C = 1,925(8)Å, Se-O = 1,672(7)Å, Se-OH = 1,756(7)Å, sudut OSeO = 103,0(3)°, sudut HO-Se-C = 93,5(3)°, dan sudut OSeC = 101,4(3)°. Strukturnya isomorf dengan asam metanasulfinat.[5] Isomer optis asam metanaseleninat dapat diisolasi sebagai kristal kiral melalui rekristalisasi dari campuran metanol dan toluena. Konfigurasi absolut salah satu enantiomer ditentukan melalui kristalografi sinar-X. Asam metanaseleninat yang aktif secara optis stabil terhadap rasemisasi dalam keadaan padat, meskipun akan mengalami rasemisasi sangat cepat dalam larutan.[6]
Aktivitas antikanker
Asam metanaseleninat menunjukkan aktivitas antikanker yang potensial dan merupakan model untuk mempelajari efek antikanker selenium secara in vitro.[7] Asam metanaseleninat menunjukkan kemanjuran penghambatan in vivo yang lebih unggul terhadap kanker prostat manusia dibandingkan dengan selenometionina atau ion selenit.[8] Baru-baru ini dilaporkan bahwa asam metanaseleninat meningkatkan kemanjuran paklitaksel untuk pengobatan kanker payudara tripel-negatif,[9] bahwa asam metanaseleninat berfungsi sebagai penghambat aromatase, kemungkinan penggunaan dalam terapi kanker payudara reseptor estrogen positif pada wanita pascamenopause,[10] bahwa asam metanaseleninat menunjukkan harapan sebagai agen sensitisasi untuk apoptosis yang diinduksi oleh penghambat famili Bcl-2, ABT-737, pada beberapa lini kanker,[11] serta bahwa asam metanaseleninat membatasi pertumbuhan tumor pada model mencit telanjang kanker payudara metastatik[12] dan karsinoma paru-paru Lewis pada mencit.[13]
Metanaselenol (CH3SeH) dapat diproduksi secara in vivo melalui reduksi asam metanaseleninat dan mungkin merupakan metabolit utama yang bertanggung jawab atas aktivitas antikanker selenium[2][14] melalui pembentukan superoksida.[15] Reduksi asam metanaseleninat oleh tioredoksin reduktase mamalia telah dipelajari.[16]
12Ip, C.; Thompson, H.J.; Zhu, Z.; Ganther, H.E. (2000). "In vitro and in vivo studies of methylseleninic acid: evidence that a monomethylated selenium metabolite is critical for cancer chemoprevention". Cancer Res. 60 (11): 2882–2886. PMID10850432.
↑Abdo, M.; Knapp, S. (2008). "Biomimetic seleninates and selenonates". J. Am. Chem. Soc. 130 (29): 9234–9235. doi:10.1021/ja8034448. PMID18576651.
↑Block, E.; Birringer, M.; Jiang, W.; Nakahodo, T.; Thompson, H. J.; Toscano, P. J.; Uzar, H.; Zhang, X.; Zhu, Z. (2001). "Allium chemistry: Synthesis, natural occurrence, biological activity, and chemistry of Se-alk(en)ylselenocysteines and their γ-glutamyl derivatives and oxidation products". J. Agric. Food Chem. 49 (1): 458–470. doi:10.1021/jf001097b. PMID11305255.
↑Spallholz, J.E.; Shriver, B.J.; Reid, T.W. (2001). "Dimethyldiselenide and methylseleninic acid generate superoxide in an In vitro chemiluminescence assay in the presence of glutathione: Implications for the anticarcinogenic activity of L-selenomethionine and L-Se-methylselenocysteine". Nutrition and Cancer. 40 (1): 34–41. doi:10.1207/S15327914NC401_8. PMID11799920. S2CID26915557.