Disproporsionasi adalah jenis khusus reaksi redoks di mana suatu unsur dari suatu reaksi mengalami oksidasi dan reduksi sekaligus membentuk dua produk yang berbeda.
Senarai
Misalnya, fotolisisUVraksa(I) kloridaHg → Hg + HgCl adalah disproporsionasi. Raksa(I) adalah dikationdiatomikHg. Pada reaksi ini, ikatan kimia dalam ion molekuler putus, dan satu atom raksa direduksi menjadi raksa(0), dan atom lainnya dioksidasi menjadi raksa(II).
Disproporsionasi balik, ketika suatu senyawa dalam tingkat oksidasi antara terbentuk dari dua senyawa dalam tingkat oksidasi yang lebih rendah dan lebih tinggi, disebut komproporsionasi, dikenal juga sebagai simproporsionasi.
Sejarah
Reaksi disproporsionasi pertama yang dipelajari adalah:
Ini dipelajari menggunakan tartrat oleh Johan Gadolin pada tahun 1788. Dalam makalahnya versi Swedia ia menyebutnya 'söndring'.[1][2]
Pereaksi gas klor berada dalam tingkat oksidasi 0. Dalam produknya, klor berada sebagai ion Cl− dengan bilangan oksidasi −1, telah mengalami reduksi, sementara bilangan oksidasi klor dalam ion ClO adalah +5, menandakan bahwa ia telah teroksidasi.
Brom fluorida mengalami reaksi disproporsionasi membentuk brom trifluorida:[4]
Nitrogen mempunyai tingkat oksidasi +4 dalam nitrogen dioksida, tetapi ketika senyawa ini bereaksi dengan air, ia membentuk asam nitrat dan asam nitrit sekaligus, dengan tingkat oksidasi nitrogen masing-masing +5 dan +3:
Dismutasi asam piruvat dalam molekul organik kecil lainnya (etanol + CO2, atau laktat dan asetat, tergantung pada kondisi lingkungan) juga merupakan tahap penting dalam reaksi fermentasi. Reaksi fermentasi dapat pula dianggap sebagai disproporsionasi atau dismutasi reaksi biokimia. Memang, donor dan akseptor elektron dalam reaksi redoks yang memasok energi kimia dalam sistem biokimia kompleks ini adalah molekul organik yang sama dengan yang biasa bertindak selaku reduktor dan oksidator.
Sementara dalam respirasi elektron dipindahkan dari substrat (donor elektron) ke suatu akseptor elektron, dalam fermentasi bagian molekul substrat itu sendiri menerima elektron. Oleh karenanya fermentasi adalah jenis disproporsionasi, dan tidak terlibat dalam perubahan tingkat oksidasi total dari substrat. Sebagian besar substrat fermentatif adalah molekul organik. Namun, jenis fermentasi yang langka dapat juga melibatkan disproporsionasi senyawa belerang anorganik dalam bakteri reduktor sulfat tertentu.[7]