Asam japanat atau asam heneikosanadioat adalah sebuah senyawa kimia dengan rumus kimia НООС(СН2)19СООН.
Senyawa ini adalah asam dialkanoat rantai panjang, salah satu asam dialkanoat terpanjang yang terbentuk secara alami. Awalnya, asam ini diekstraksi dari lemak alami yang disebut lilin Jepang.[2][3][4]
Penemuan
Asam japanat pertama kali diisolasi oleh Eberhardt pada tahun 1888 melalui distilasi fraksional dalam vakum.[5]
Karena bahan baku alami dari mana asam ini diperoleh adalah sari kering dari beberapa spesies pohon akasia (catechu), yang disebut "tanah Jepang", maka asam ini disebut Japanat.[6]
Sifat fisik
Seperti asam dialkanoat rantai panjang lainnya, asam ini menunjukkan sifat fisik yang khas dari asam lemak dengan tulang punggung (backbone) karbon yang panjang, termasuk titik lebur yang tinggi dan kelarutan air yang terbatas.
Asam japanat melebur pada suhu 117,5–117,9°C. Bila dipanaskan hingga 200°C, ia mulai terurai dengan pelepasan CO2 dan pembentukan keton C10H21COC10H21.
Asam japanat dan garamnya memiliki warna dalam berbagai corak cokelat. Asam ini hanya sedikit larut dalam sebagian besar pelarut.
Kegunaan
Asam japanat digunakan dalam sintesis poliester.[7]