Sir Arthur Henry RostronKBERD (14 Mei 1869)– 4 November 1940) adalah seorang pelaut niaga dan perwira kapal asal Inggris yang bekerja untuk Cunard Line. [1] Ia dikenal sebagai kapten kapal samudra RMS Carpathia saat kapal tersebut menyelamatkan para penyintas RMS Titanic setelah kapal tersebut tenggelam di tengah Samudra Atlantik Utara pada tahun 1912. [1]
Rostron mendapat pujian luas atas upayanya yang berusaha untuk mencapai Titanic sebelum kapal tersebut tenggelam. Meskipun Carpathia tidak pernah menemukan Titanic karena kapal tersebut tenggelam secara keseluruhan pada pukul 02.20 waktu setempat, namun berkat persiapannya yang matang serta pelaksanaan penyelamatan para korban selamat, Ia dianugerahi Medali Emas Kongres oleh Kongres Amerika Serikat, dan pada tahun 1926, ia diangkat menjadi Knight Commander of the Order of the British Empire. Ia kemudian menjadi Komodor armada Cunard dan pensiun pada tahun 1931. [2]
Biografi
Arthur Rostron lahir di Bank Cottage, Sharples, pinggiran kota Bolton, Lancashire, Inggris, dari pasangan James dan Nancy Rostron pada tahun 1869. Ia menerima pendidikannya di Bolton Grammar School dan Bolton Church Institute. [3] Pada tahun 1884, Rostron bergabung dengan Merchant Navy Cadet School Ship HMS Conway sebagai kadet. Setelah dua tahun pelatihan di Conway, Rostron kemudian melanjutkan karir melautnya dengan melakukan magang di Waverley Line milik Messrs Williamson, Milligan and Co. di Liverpool di kapal layar besi Cedric the Saxon. [4]
Kapal layar Camphill - salah satu kapal di mana Rostron memulai karir pelayarannya.
Pada tahun 1887 Rostron bergabung dengan barqueRed Gauntlet sebagai mualim kedua. Segera setelah itu, ia meninggalkan Waverley Line dan bergabung dengan barque Camphill. Ia kemudian diangkat menjadi letnan muda di Royal Naval Reserve (RNR) pada tanggal 28 April 1893. [5] Pada bulan Desember 1894 Rostron bertugas di atas kapal uap Concord setelah itu ia lulus ujian untuk sertifikat master tambahannya.
Rostron bergabung dengan Cunard Line pada Januari 1895 dan mendapatkan posisi sebagai perwira keempat di kapal laut RMSUmbria. Pada tahun-tahun berikutnya ia bertugas di kapal-kapal Cunard lainnya. Sebagai anggota RNR, Rostron secara teratur mengikuti pelatihan di HMS Excellent (termasuk pada bulan September 1902[6]). Ia sementara meninggalkan Cunard Line untuk bertugas di Angkatan Laut Britania Raya selama periode ketegangan internasional yang disebabkan oleh Perang Rusia-Jepang tahun 1904–1905. [3]
Rostron kemudian kembali ke Cunard Line. Ia diangkat menjadi perwira pertama RMS Lusitania pada tahun 1907, tetapi dipindahkan ke Brescia dan dipromosikan menjadi kapten kapal sehari sebelum pelayaran perdana Lusitania.[3] Rostron memimpin Brescia dan beberapa kapal lainnya yang melayani wilayah Mediterania, termasuk kapal penumpang pertamanya, RMS Pannonia, yang melayani rute Kota New York menuju kota-kota yang berada di Laut Mediterania. Rostron telah memimpin kapal penumpang tersebut sejak 1 Januari 1911. [7] Pada 18 Januari 1912, Rostron dipindahkan ke RMS Carpathia dan menjadi nakhoda bagi kapal tersebut. [7] Pada saat itu, Rostron memiliki pangkat sebagai letnan di RNR, Rostron juga dianugerahi Dekorasi Perwira Cadangan RNR (RD) pada 9 November 1909. [8] Ia kemudian dipromosikan menjadi komandan di RNR pada 18 Januari 1912. Selama masa jabatannya sebagai kapten, Rostron disebut "Percikan Listrik" oleh para awak kapalnya, karena kemampuannya untuk memberikan perintah yang cepat dan tegas.
Carpathia sedang dalam pelayaran rutinnya dari New York menuju Fiume (sekarang Rijeka), Austria-Hongaria, ketika pada dini hari tanggal 15 April 1912, ia menerima sinyal bahaya dari kapal penumpang White Star Line,RMS Titanic, [9] yang menabrak gunung es dalam pelayaran perdananya. Rostron saat itu sedang tidur ketika operator nirkabel, Harold Cottam, menghubungi Titanic pada pukul 12:20untuk menyampaikan lalu lintas nirkabel dari Cape Cod, Massachusetts, Amerika Serikat. [10]Titanic, yang menabrak gunung es sekitar pukul 11:40malam waktu setempat, membalas dengan pesan darurat dan meminta bantuan. Cottam, bersama dengan Perwira Pertama Horace Dean, berlari ke kabin Rostron untuk menyampaikan pesan tersebut. [11]
Ketika terbangun, Kapten Rostron awalnya marah pada Cottam tetapi setelah diberitahu apa yang terjadi, ia segera memerintahkan kapal untuk berputar haluan menuju posisi Titanic yang dikirimkan, Rostron langsung memerintahkan untuk menempatkan pengintai tambahan untuk membantu menemukan dan bermanuver di sekitar hamparan es yang ada di daerah tersebut. Hanya setelah memerintahkan Carpathia untuk "berbelok", menuju lokasi tenggelamnya Titanic, Rostron mengkonfirmasi kepada Cottam bahwa ia yakin tentang panggilan darurat Titanic. [12] Posisi Carpathia saat itu sekitar 58 mil laut (107 km) dari posisi Titanic yang diketahui. Rostron dan tim teknisnya, yang dipimpin oleh Kepala Insinyur A.B. Johnston memaksa mesin Carpathia hingga mencapai kecepatan maksimum. Kapal tersebut melaju hingga 17,5 knot (32,4 km/h), atau tiga setengah knot lebih cepat daripada kecepatan rancangannya. Namun, karena harus melintasi kawasan yang dipenuhi bongkahan es berbahaya, Carpathia membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam untuk mencapai lokasi Titanic sebagaimana dilaporkan melalui saluran nirkabel. [11]
Selama waktu tersebut, Rostron mematikan sistem pemanas kapal demi memastikan pasokan uap yang maksimal bagi mesin kapal, serta mempersiapkan kapal untuk menyambut para penyintas, termasuk menyiapkan selimut, makanan, dan minuman hangat, serta memerintahkan tim medisnya untuk bersiaga menangani kemungkinan adanya korban luka.[13] Para awak kapal ditempatkan di lorong-lorong untuk menenangkan penumpang yang merasa cemas akibat peningkatan kecepatan dan perubahan arah kapal.[11][3] Secara keseluruhan, 23 perintah dari Rostron kepada awak kapalnya berhasil dilaksanakan bahkan sebelum Carpathia tiba di lokasi Titanic. Dalam laporannya kepada manajemen perusahaan, Rostron sangat memuji efisiensi dan efektivitas awak kapalnya.[14] Rostron juga dikenal sebagai seorang yang religius, saat memberikan perintah, ia kerap mengangkat tangan ke arah topinya dan memejamkan mata seraya berdoa. Hal ini salah satunya diakibatkan risiko yang akan dihadapi akibat melaju kencang menembus hamparan es yang di malam hari, ia dikabarkan pernah berkata, "Saya hanya bisa menyimpulkan bahwa ada tangan lain selain tangan saya yang memegang kemudi."[15]
Ketika Rostron yakin bahwa ia mendekati Titanic, ia memerintahkan peluncuran roket untuk menandakan posisi Carpathia jika Titanic masih mengapung. Carpathia mulai menjemput para penyintas sekitar satu jam setelah roket pertama terlihat oleh mereka yang berada di sekoci. Carpathia akhirnya menyelamatkan 705 penyintas dari total 2.228 penumpang dan awak kapal Titanic; setidaknya satu penyintas dikatakan telah meninggal setelah mencapai kapal. Setelah berkonsultasi dengan direktur pelaksana White Star Line dan penyintas Titanic, J. Bruce Ismay, Rostron memutuskan untuk memutar balik kapal dan kembali ke Kota New York; pelabuhan tujuan Titanic untuk menurunkan para penyintas. [11] Kemudian, Rostron bersaksi di Senat AS dan penyelidikan British Wreck Commissioner tentang tenggelamnya kapal tersebut. Para penyintas Titanic, termasuk Margaret Brown, memberikan Rostron piala perak dan medali emas atas usahanya pada malam saat Titanic tenggelam. Ia juga dianugerahi Berbagai penghargaan lainnya atas jasanya untuk menjemput para penyintas Titanic.[2]
Rostron sangat dipuji atas upayanya dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Amerika dan Inggris mengenai tenggelamnya Titanic.[16][17][18][19]
Kehidupan selanjutnya
Rostron tetap memimpin Carpathia hingga tahun 1913 dimana ia dipindah tugaskan ke RMS Caronia. Dalam rentang waktu 1913 hingga awal perang dunia pertama, Rostron setidaknya memimpin kapal bendera milik Cunard Line seperti RMS Carmania, RMS Campania dan RMS Lusitania. Rostron kemudian menjadi kapten di RMS Alaunia ketika perang dunia pertama dimulai. Alaunia kemudian diubah menjadi kapal transportasi pasukan dimana Rostron terlibat dalam mobilisasi pasukan sekutu ke Mediterania untuk kampanye Gallipoli. Rostron disebutkan dalam laporan resmi atas jasanya.[20]
Pada September 1915, Rostron bergabung dengan RMS Mauretania, meskipun ia sempat dipindahkan beberapa kali ke kapal lain selama perang dunia. Atas jasanya, RNR mempromosikan Rostron menjadi kapten pada 31 Desember 1918[21] kemudian ia menerima penghargaan Bintang Kekaisaran Britania Raya pada 1919.[22]
Pasca perang, Rostron kembali memimpin Mauretania setelah kembali ke layanan komersialnya. Kemudian Rostron juga memimpin RMS Berengaria pada Juli 1920.[23] Dari bulan Februari hingga Mei 1924, Rostron bertugas sebagai Aide-de-Camp dari Royal Naval Reserve untuk Raja George V.[24][25] Ia pensiun dari Royal Naval Reserve pada Mei 1924.[26] Setelah pensiun dari RNR, Rostron masih bertugas sebagai nahkoda untuk Cunard Line hingga pada akhirnya ia memutuskan pensiun dari karir pelautnya pada Mei 1931. Setelah pensiun, Rostron memulai menulis otobiografinyaHome from the Sea.[27]
Rostron tutup usia pada 4 November 1940 di usia 71 tahun akibat gejala pneumonia yang dideritanya.[28]
↑"Naval & Military intelligence". The Times. No.36871. London. 12 September 1902. p.4.
12"United States Senate Inquiry, Day 1, Testimony of Arthur H. Rostron.", "Titanic" disaster, report of the Committee on Commerce, United States Senate, pursuant to S. Res. 283, directing the committee on commerce to investigate the causes leading to the wreck of the White Star liner "Titanic.", 19 April 2012