Dua empat silinder mesin triple-ekspansi reciprocating, masing-masing memproduksi 16,000 hp (12,000 kW) untuk baling-baling sayap tempel, satu turbin tekanan rendah memproduksi 18,000 hp (13,000 kW) untuk baling-baling pusat
Total 50,000 hp (37,000 kW)
Pendorong
Dua baling-baling triple-blade perunggu sayap tempel
Belajar dari tenggelamnya kapal Titanic pada 14 April1912, White Star Line membuat beberapa modifikasi dalam konstruksi Britannic yang memang sudah direncanakan sebelumnya. Desain lambung kapalnya juga diubah agar lebih tangguh menghadapi gunung es.
Kapal ini dilengkapi sekoci penyelamat dengan jumlah cukup bagi semua penumpang, hal yang tidak ditemukan pada Titanic. Kapal yang disebut kendaraan raksasa termewah di dunia ini memiliki berat yang hampir mendekati 50.000 ton. Britannic diluncurkan pada 1914.
Namun, setelah itu langsung diminta menjadi kapal rumah sakit oleh pemerintah Inggris ketika Perang Dunia I. Pada 21 November1916, Britannic sedang dalam tugasnya membawa prajurit terluka di dekat Teluk Athena. Pada pukul 8.12 pagi, sebuah ledakan keras mengguncang kapal.
Ledakan tersebut membanjiri seluruh kompartemen. Kerusakan akibat ledakan itu bahkan lebih parah jika dibandingkan dengan kerusakan Titanic. Britannic tenggelam pada pukul 09.07 kurang dari sejam setelah ledakan dan menewaskan 30 orang.
Penyebab ledakan tidak diketahui, tetapi banyak yang meyakini Britannic menabrak ranjau laut. Pada 1976, penjelajah samudra Jacques Cousteau menemukan Britannic pada kedalaman 400 kaki dari permukaan Laut Aegea.