Artemisia argyi atau yang lebih dikenal sebagai hia Tiongkok, adalah tanaman herba tahunan dengan rimpang yang merayap.[1] Tanaman ini berasal dari Tiongkok, Korea, Mongolia, Jepang, dan wilayah Timur Jauh Rusia (Oblast Amur, Primorye).[2][3] Dalam bahasaMandarin, tanaman ini disebut àicǎo (艾草), ài yè (艾葉), atau ài hāo (艾蒿). Sedangkan dalam bahasa Jepang dikenal sebagai Chōsen yomogi (朝鮮蓬, yang berarti "apsintus/hia Korea") dan dalam bahasa Korea disebut Hwanghae ssuk (황해쑥; 黃海쑥, yang berarti "Hia Laut Kuning"). Artemisia argyi digunakan dalam pengobatan herbal untuk mendukung kesehatan hati, limpa, dan ginjal.[4]
Deskripsi
Artemisia argyi adalah tanaman herba tahunan yang tumbuh tegak, berwarna abu-abu, dan bisa mencapai tinggi sekitar satu meter. Tanaman ini memiliki cabang pendek dan rimpang yang merayap. Daunnya berbentuk bulat telur dengan tangkai, terbagi menjadi beberapa bagian, dan memiliki kelenjar kecil penghasil minyak. Bagian atas daun agak berbulu tipis, sedangkan bagian bawahnya tertutup rambut putih tebal. Daun bagian bawah panjangnya sekitar enam sentimeter, terbagi lagi menjadi lobus-lobus lebar dengan tepi bergerigi, sementara daun bagian atas lebih kecil dan sederhana. Bunganya tersusun dalam malai sempit. Setiap bunga berwarna kuning pucat, berbentuk tabung, dan membentuk kepala bunga bulat yang menggantung ke bawah. Bunga di tengah memiliki kelamin ganda (hermafrodit), sedangkan bunga di pinggir berfungsi sebagai bunga betina. Kelopaknya sempit dan melingkar seperti tabung, dan bagian pelindung bunga ditutupi rambut halus seperti sarang laba-laba. Seluruh tanaman memiliki aroma yang sangat kuat.[5]
Habitat
Tanaman ini tahan terhadap kondisi kering dan biasanya ditemukan di lereng gunung yang kering, tepi sungai yang curam, hutan ek, semak pantai, gurun, serta di sepanjang jalan dan rel kereta. Tanaman ini tumbuh lebih baik dan mengeluarkan aroma yang lebih kuat ketika berada di tanah kering yang kurang subur.[6]
Kegunaan
Daun tanaman ini dipanen pada hari yang hangat dan kering di musim semi atau musim panas saat tanaman sedang berbunga, lalu dikeringkan di tempat yang teduh. Dalam pengobatan tradisionaltionghoa, daun ini dianggap memiliki rasa pahit, pedas, dan hangat, serta berhubungan dengan organ hati, limpa, dan ginjal. Ramuan dari daun ini dipercaya dapat meningkatkan aliran darah ke panggul, merangsang menstruasi, serta membantu mengatasi masalah seperti kesuburan, nyeri haid, asma, dan batuk.[7]