Arnoul dari Flandria (tahun 890 – 28 Maret, 965), disebut yang Agung, merupakan Comte Flandria pertama, yang memimpin Provinsi Flandria, sebuah wilayah yang sekarang berada di barat laut Belgia dan barat daya Belanda.
Pada saat kematian ayahanda mereka tahun 918, Arnoul menjadi Comte Flandria dan saudaranya, Adalolphe mendapatkan Kadipaten Boulogne.[1] Namun pada tahun 933 Adalolphe meninggal dan Arnoul mengambil gelar comte Boulogne untuk dirinya sendiri, tapi kemudian menyerahkannya kepada keponakannya, Arnoul II.[4]
Dalam ekspansi selatannya, Arnoul mau tidak mau berkonflik dengan Normandia, yang berusaha mengamankan perbatasan utara mereka. Hal ini menyebabkan pembunuhan Adipati Normandia pada tahun 942, Vilhjálmr Langaspjót, di tangan anak buah Arnoul.[5] Ancaman Viking mereda pada tahun-tahun terakhir kehidupan Arnoul, dan ia mengalihkan perhatiannya pada reformasi pemerintah Flandria.
Keluarga
Nama istri pertama Arnoul tidak diketahui, tetapi setidaknya ia memiliki seorang putri darinya:[6]
Namanya tidak diketahui; menikah dengan Isaac of Cambrai. Putra mereka menggantikan ayahandanya sebagai Comte Cambrai.[6]
Hildegarde, lahir pada sekitar tahun 934, meninggal tahun 990; ia menikah dengan Dirk II dari Holland. Tidak pasti apakah ia adalah putrinya oleh istri pertamanya atau istri kedua.[6]
Liutgard, lahir pada tahun 935, meninggal tahun 962; menikah dengan Wichmann IV, Comte Hamaland.[1]
Elftrude; menikah dengan Siegfried, Comte Guînes.[1]
Suksesi
Arnoul mengangkat putra sulungnya, Baudouin III dari Flandria sebagai rekan-pemimpin pada tahun 958, tetapi Baudouin meninggal pada tahun 962, sehingga Arnoul mengangkat putra Baudouin yang masih bocah, Arnoul II dari Flandria sebagai ahli warisnya.[1]
↑The Annals of Flodoard of Reims, 919–966, ed. Steven Fanning & Bernard S. Bachrach (University of Toronto Press, CA, 2011), p. xx
↑Philip Grierson, 'The Relations between England and Flanders before the Norman Conquest', Transactions of the Royal Historical Society, Vol. 23 (1941), p. 86 n. 1
↑Renée Nip, 'The Political Relations between England and Flanders (1066–1128)', Anglo-Norman Studies 21: Proceedings of the Battle Conference 1998, ed. Christopher Harper-Bill (The Boydell Press, Woodbridge, UK, 1999), p. 150
↑David Nicholas, Medieval Flanders (Longman Group UK Limited, London, 1992), p. 40
123Heather J. Tanner, Families, Friends and Allies: Boulogne and Politics in Northern France and England, C.879–1160 (Brill, Leiden, Netherlands, 2004) p. 55 n. 143