Armang raksasa (Gymnothorax javanicus) adalah spesies armang terbesar dibandingkan dengan spesies lainnya, walaupun dalam segi kepanjangan tubuh, belut moray gangga lebih panjang.[2]
Morfologi
Seperti namanya, armang raksasa merupakan sidat dengan ukuran tubuh besar, yang panjangnya bisa mencapai 3 meter dengan berat mencapai 30 kilogram.[3] Sidat ini memiliki tubuh berwarna kecoklatan dengan bintik-bintik hitam besar pada saat remaja, serta bintik-bintik hitam tergradasi di belakang kepala saat sudah dewasa.[4]
Belut armang raksasa adalah hewan laut karnivor dan nokturnal, dengan berburu mangsanya di dalam karang. belut ini diketahui terlibat dalam perburuan kooperatif dengan kerapu karang keliling (Plectropomus pessuliferus).[7] Kedua spesies ikan ini adalah pemburu yang saling melengkapi: Saat belut armang raksasa berburu di terumbu karang, dia mungkin menakuti mangsanya hingga keluar dari terumbu, membiarkan mereka dimakan oleh kerapu. Demikian pula, kerapu yang sedang berburu di atas karang dapat menyebabkan mangsa mencoba berlindung di karang, di mana moray akan menyergap mereka.
Belut armang raksasa biasanya memakan ikan dan kadang-kadang juga memakan krustasea.[8] Belut ini diidentifikasi sebagai predator alami ikan singa (Pterois miles) di habitat aslinya pada Laut Merah.[9] Belut Moray raksasa dewasa memiliki sedikit predator alami, meskipun ada kemungkinan belut ini bersaing untuk mendapatkan makanan dengan hiu penghuni karang.[10]
Gymnothorax javanicus telah terbukti memiliki volume tektum optik yang sangat kecil, menunjukkan bahwa mereka terutama berburu dengan penciuman daripada penglihatan.[11]
Ancaman
Spesies ini mungkin berbahaya bagi manusia. Karena berada di puncak rantai makanan, belut ini memunculkan biomagnifikasi racun ciguatera yang berbahaya.[12][13] Memakan belut armang raksasa, terutama pada hati, dapat menyebabkan penyakit, koma, atau bahkan kematian akibat kandungan racun yang dimiliki oleh belut ini. Meskipun belut armang raksasa dapat menggigit jika merasa terancam, terpojok, atau berada di hadapan makanan,[2][4][14] belut ini biasanya tidak agresif.
12Lieske, E. and Myers, R.F. (2004) Coral reef guide; Red Sea London, HarperCollins ISBN0-00-715986-2
↑Lieske, E. and R. Myers, 1994. Collins Pocket Guide. Coral reef fishes. Indo-Pacific & Caribbean including the Red Sea. Harper Collins Publishers, 400 p.
↑Fricke, R., 1999. Fishes of the Mascarene Islands (Réunion, Mauritius, Rodriguez): an annotated checklist, with descriptions of new species. Koeltz Scientific Books, Koenigstein, Theses Zoologicae, Vol. 31:759 p.
↑Kuiter, R.H. and T. Tonozuka, 2001. Pictorial guide to Indonesian reef fishes. Part 1. Eels- Snappers, Muraenidae - Lutjanidae. Zoonetics, Australia. 302 p.