Argyrochosma palmeri adalah spesies tumbuhan paku yang endemik di Meksiko. Tumbuhan ini memiliki daun yang sempit dan terbagi dengan sumbu berwarna hitam; bagian bawah daun dilapisi bubuk putih, sementara bagian atasnya hanya tertutup bubuk tipis atau bersih. Pertama kali dideskripsikan sebagai spesies pada tahun 1887, tumbuhan ini dipindahkan ke genus baru Argyrochosma pada tahun 1987.
Deskripsi
Argyrochosma palmeri adalah tumbuhan paku epipetrik berukuran sedang. Rimpangnya pendek, padat, dan horizontal. Rimpang tersebut memiliki sisik linear hingga lanset berukuran 3 milimeter (0,1in) dengan warna cokelat muda seragam (atau agak lebih gelap di bagian dasar) dan tepi yang rata (tidak bergigi).[1][2]
Pelepah daun (frond) tumbuh dalam rumpun dari rimpang.[1][2] Dari pangkal hingga ujung daun, panjangnya mencapai 10 hingga 15 sentimeter (3,9 hingga 5,9in), jarang ada yang hanya 3 sentimeter (1in).[2] Dari panjang tersebut, 10% hingga 17% terdiri dari tangkai daun (tangkai di bawah helai daun). Baik tangkai maupun rachis (sumbu daun) berbentuk bulat dan berwarna hitam, tanpa bulu, sisik, atau kelenjar, dan sesekali memiliki lapisan tipis farina (bubuk) putih.[1][3]
Helai daun berbentuk lonjong sempit[1] atau linear.[2] Daunnya berbentuk bipinnate-pinnatifid hingga tripinnate (terbagi menjadi pinna dan pinnule yang berlobus dalam atau terbagi menjadi pinnulet), dengan 8 hingga 12 pasang pinna berbentuk lonjong hingga ovate, yang ukurannya agak mengecil dan berjarak lebih lebar ke arah pangkal daun.[1][3] Segmen daun sebagian besar berbentuk lonjong dan tumpul di ujungnya. Segmen yang lebih dekat ke pangkal pinna menempel langsung pada sumbu, sementara yang ke arah ujung pinna memiliki tangkai. Warna hitam pada sumbu daun merambat ke jaringan daun di bagian dasar, terutama pada segmen bertangkai; tidak ada sendi yang jelas di dasar segmen.[1][4] Sisi atas daun bisa terlihat gundul atau memiliki sebaran farina putih, yang menutupi tebal bagian bawah daun.[3][5]
Sori terletak di sepanjang tulang daun, menutupi hampir seluruh panjangnya di dalam segmen fertil. Tepi daun sedikit melengkung ke bawah, namun tidak termodifikasi menjadi indusia palsu. Sporangia mengandung 64 spora.[1][4]
Tumbuhan ini sangat mirip dengan Argyrochosma pallens, yang sering disalahartikan dengannya, tetapi dapat dibedakan dari sumbu daunnya yang berwarna hitam (bukan cokelat kastanye) yang tidak memiliki kelenjar atau sisik tersebar, dan umumnya memiliki lebih sedikit farina pada permukaan atas daun.[1]
Taksonomi
Notholaena palmeri pertama kali dideskripsikan oleh John Gilbert Baker pada tahun 1887, dalam Icones Plantarum karya Hooker. Deskripsi ini didasarkan pada material yang dikumpulkan oleh Charles Christopher Parry dan Edward Palmer di San Luis Potosi, yang nama belakangnya digunakan sebagai epitet spesifik.[6] Revisi kritis terhadap Notholaena oleh Charles Alfred Weatherby, yang diselesaikan setelah kematiannya oleh Rolla M. Tryon Jr., mengungkapkan bahwa material yang dikumpulkan dan sebelumnya diidentifikasi sebagai N.palmeri berbeda dari spesimen tipe (Parry & Palmer 991 di Kew Herbarium), karena memiliki rachis berwarna cokelat kastanye dengan kelenjar dan beberapa sisik, sehingga spesies baru N.pallens dibuat untuk material tersebut pada tahun 1956.[3] Sejak saat itu, koleksi tambahan N.palmeri telah dilakukan.[1]
Meskipun Tryon menganggap mustahil untuk membagi Notholaena ke dalam seksi berdasarkan data yang tersedia pada saat itu,[7] baik Edwin Copeland maupun Weatherby sendiri telah menyarankan pada tahun 1940-an bahwa sekelompok tumbuhan paku yang berkerabat dengan N.nivea mungkin mewakili genus yang terpisah.[8] Hal ini akhirnya dibahas pada tahun 1987 oleh Michael D. Windham, yang melakukan studi filogenetik terhadap genus-genus ini. Ia menaikkan status Notholaena sect. Argyrochosma menjadi genus Argyrochosma,[9] dan memindahkan spesies ini ke genus tersebut sebagai A.palmeri.[10] Pada tahun 2018, Maarten J. M. Christenhusz memindahkan spesies ini ke Hemionitis sebagai H.palmeri, sebagai bagian dari program untuk menggabungkan tumbuhan paku cheilanthoid ke dalam genus tersebut.[11]