ApasmaraSosok Apasmara pada bagian bawah patung Nataraja.
Apasmara (Dewanagari: अपस्मार;,IAST:Apasmāra,अपस्मार) adalah makhluk kecil yang merupakan personifikasi dari kealpaan spiritual serta ahamkara menurut mitologi Hindu.[1][2] Ia dikenal pula dengan sebutan Muyalaka. Sosoknya biasa menjadi pelengkap lukisan atau patung Siwa dalam wujud Nataraja atau Daksinamurti. Dalam karya seni tersebut, ia digambarkan sedang diinjak oleh Siwa, sebagai simbol pelenyapan ego (ahamkara) atau ketidaktahuan.
Simbolisme
Dalam ikonografi Hindu, Apasmara sering diwujudkan sebagai lelaki kecil seperti kurcaci yang memegang kobra, melambangkan ahamkara menurut Hinduisme aliran Saiwa.[3]Ahamkara secara harfiah berarti "pembentuk diri" atau "penanda diri", dan merupakan kondisi ketika jiwa menganggap tubuh fisiknya lebih penting daripada atman.[4] Kitab Siwapurana menyatakan ahamkara berasal dari Prakerti (alam).[5]
Apasmara melambangkan ketidaktahuan akan jati diri (ahamkara), suatu bentuk kelengahan jiwa yang menjebaknya dalam Samsara melalui kelahiran kembali yang tak terhitung jumlahnya, dengan melupakan kehidupan masa lalu dan menganggap dirinya sebagai tubuh fisik setiap kali lahir kembali. Sifat buruk dari Apasmara merupakan bagian dari keseimbangan semesta antara pengetahuan spiritual dan ketidaktahuan yang melekat dalam kesadaran seseorang, dan tidak dapat diberantas agar tidak mengganggu tatanan semesta. Membunuh Apasmara berarti melambangkan suatu perolehan pengetahuan spiritual tanpa usaha, kemauan, dan dedikasi, sehingga merendahkan nilai pengetahuan itu sendiri.[2]
Agar seseorang dapat mencapai moksa (pembebasan) tanpa mengusik keseimbangan antara pengetahuan spiritual (widya) dan ketidaktahuan (awidya) dalam Samsara, Apasmara mesti ditaklukkan daripada dimusnahkan.[2] Untuk menundukkan Apasmara, Dewa Siwa mengambil wujud Nataraja—penguasa segala tarian—dan melakukan tarian kosmis tāṇḍava. Selama tarian tersebut, Siwa menginjak Apasmara dengan kaki kanannya, melambangkan penaklukkan kebodohan atau ahamkara. Apasmara diyakini akan terus ada di bawah kaki Nataraja, dengan keseimbangan yang dipertahankan oleh Siwa melalui tarian kosmis.[2][6] Simbolisme yang sama juga ditemukan dalam penggamabran Daksinamurti―wujud lain Siwa sebagai seorang guru―dengan Apasmara yang diinjak oleh kaki kanan Siwa.
↑Shiva Purana, J. L. Shastri, 1950, Chapter 6: 56–59
↑Knappert, Jan Indian Mythology, a volume in the series Encyclopedias of Myth and Legend pub. The Aquarian Press (An Imprint of Harper Collins) 1991 pps. 181-2.