Ular sendok, ular dumung, atau kobra adalah nama umum beberapa jenis ular berbisa, sebagian besar termasuk dalam genus Naja.[1]
Banyak kobra mampu berdiri tegak dan mengeluarkan tudung saat terancam.[a]
Ular lain yang dikenal sebagai "kobra"
Meskipun anggota genus Naja merupakan "kobra sejati", nama kobra juga diterapkan pada genus dan spesies lain ini:
Ringhals atau Kobra penyembur berleher cincin (Hemachatus haemachatus), disebut demikian karena pita lehernya serta kebiasaannya berdiri tegak dan mengeluarkan tudung saat terancam[2]
Dua spesies kobra pohon, kobra pohon Goldie (Pseudohaje goldii) dan kobra pohon hitam (Pseudohaje nigra)[4]
Dua spesies kobra berhidung perisai, ular karang Cape (Aspidelaps lubricus) dan kobra berhidung perisai (Aspidelaps scutatus)[4]:p.76
Dua spesies kobra gurun hitam atau ular hitam gurun, Walterinnesia aegyptia dan Walterinnesia morgani, yang keduanya tidak berdiri tegak dan tidak mengeluarkan tudung saat terancam[4]:p.65
Ular koral timur atau kobra Amerika (Micrurus fulvius), yang juga tidak berdiri tegak dan tidak mengeluarkan tudung saat terancam[4]:p.30
Kobra air palsu (Hydrodynastes gigas) adalah satu-satunya spesies "kobra" yang bukan anggota Elapidae. Ular ini tidak berdiri tegak, hanya sedikit meratakan lehernya saat terancam, dan hanya memiliki bisa ringan.[4]:p.53
Catatan
↑Dua jenis ular tidak berbisa, ular hidung babi dan ular kisik bergaris, juga berdiri tegak dan menghasilkan tudung tetapi tidak dianggap sebagai "kobra"; demikian pula, beberapa ular elapidae berbisa seperti mamba hitam juga mampu menghasilkan tudung tetapi tidak disebut "kobra".