Turdus rufiventris atau yang dikenal sebagai anis perut merah[2] merupakan spesies burung pengicau dalam famili Turdidae.[3] Ia merupakan penghuni hutan terbuka, pampa, dan lahan pertanian dari Bolivia timur hingga timur laut Brasil, dan selatan hingga Paraguay dan Argentina utara.[4] Sejak Oktober 2022, burung ini resmi menjadi burung nasional Brasil.[5]
Sistematika
Ada 2 subspesies yang dikenali, yaitu: Turdus rufiventris juensis (di Brasil utara) dan Turdus rufiventris rufiventris (di Bolivia Timur, Brasil Selatan, Paraguay, Argentina Utara, dan Uruguay).[4]
Deskripsi
Spesies burung ini berukuran 23-25 cm, dengan berat 68-82 gram. Subspesies nomina memiliki bagian atas tubuh berwarna cokelat zaitun, dengan sayap dan ekor yang lebih cokelat, tenggorokan keputihan bergaris cokelat, dada cokelat kekuningan, oranye pucat pada bagian bawah tubuh yang tersisa; cincin mata oranye-kuning; paruh kuning kusam, pangkal lebih gelap ke rahang atas; kaki abu-abu kusam. Kedua jenis kelamin memiliki tampilan serupa. Burung remaja seperti dewasa, tetapi dengan garis-garis krem dari mahkota ke skapular, ujung oranye dari penutup sayap, oranye-krem dengan bercak cokelat yang luas dari dagu ke tengah perut, lebih polos dan lebih krem dari tengah perut ke lubang; yang belum dewasa kehilangan garis-garis di atas, bagian bawah tubuh yang lebih krem digantikan dengan warna merah karat, tetapi bercak dada tetap ada. Subspesies juensis lebih kecil tetapi berparuh lebih panjang daripada nomina, lebih pucat di atas, lebih krem di dada.[4]
Sebaran dan habitat
Burung ini ditemukan di seluruh Brasil bagian selatan dan timur, Paraguay, Uruguay, serta wilayah tetangga Bolivia dan Argentina. Burung ini merupakan salah satu anis paling terkenal di wilayah ini.[5]
Habitatnya mencakup hutan ringan, hutan sekunder, semak belukar semi-terbuka, sabana, chaco, pampa, semak belukar, batas hutan, lahan pertanian dengan rumpun pohon dan petak-petak semak, desa, lahan terbuka, taman, dan kebun. Bahkan, ia ada di wilayah perkotaan, mengunjungi halaman rumput setelah terhabituasi; di wilayah kering, lebih kurang terbatas pada wilayah dekat air. Ketinggian permukaan laut hingga 2.200 meter; hingga 2.600 meter di Bolivia (Cochabamba).[4]
Perilaku
Pergerakan dan migrasi
Burung ini tidak banyak bergerak, ia cenderung menetap.[4]
Makanan
Umumnya adalah pemakan serangga, yang berarti sebagian besar makanannya terdiri dari serangga dan laba-laba. Mereka juga suka memakan jeruk, pepaya matang, dan kelapa dari beberapa spesies pohon palem, dan mengeluarkan bijinya setelah sekitar satu jam, yang turut berperan dalam penyebaran tanaman-tanaman ini.[5]
Perkembangbiakan
Kebiasaan berkembang biak anis ini adalah membangun sarang berbentuk cangkir terbuka, yang dapat ditemukan di mana saja, mulai dari lantai hutan hingga di atas pohon. Betina mengerami telur-telurnya, biasanya berjumlah dua hingga tiga, selama sekitar 12-13 hari. Kedua induknya merawat anak-anak burung, yang akan terbang sekitar dua minggu setelah menetas.[6]
Status konservasi dan ancaman
Pada 2024, IUCN menetapkan status burung ini sebagai spesies risiko rendah.[7] Seperti kebanyakan anis, burung ini memiliki kicauan yang merdu dan karena alasan ini, ia sering dijual sebagai burung sangkar di Brasil. Perusakan habitat akibat deforestasi juga merupakan ancaman berkelanjutan bagi kehidupan burung-burung ini.[5]