Azikin lahir di Makassar, Sulawesi, pada 10 Oktober 1953. Dia diketahui memeluk agama Islam. Azikin memiliki 8 orang anak, yang terdiri dari 7 orang putra dan 1 orang putri.[1]
Karier
Politik
Pada 23 November 2004, Azikin dilantik di Gedung DPRD Poso. Pelantikan berlangsung dalam pengawalan ketat dua peleton polisi. Setelah serah terima jabatan dari Abdul Muin Pusadan, Azikin menyatakan akan memberikan prioritas pada masalah pemulihan keamanan dan ekonomi di Poso.[2]
Kontroversi
Korupsi dana kemanusiaan Poso
Setelah melepas jabatan pelaksana tugas, Azikin terlibat kasus dugaan dana kemanusiaan Poso. Azikin juga diperiksa terkait kasus korupsi jaminan hidup dan bekal hidup itu. Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Sulawesi Tengah juga meminta polisi memeriksa dugaan keterkaitan Azikin dalam kasus teror yang terjadi di Poso. Azikin diduga ada di balik peledakan bom Kantor Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil (LPMS) dan Pusat Resolusi Konflik Poso pada bulan April 2005.[3]