Andi dikenal sebagai aktivis pro-demokrasi pada masa mudanya, ia aktif di Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) yang berafiliasi dengan Partai Rakyat Demokratik (PRD) pada pertengahan dekade 1990-an. Akibat kegiatan aktivismenya yang dianggap mengancam Orde Baru, ia menjadi salah satu korban penculikan aktivis pada tahun 1998.[4] Pada 2024 dia diangkat menjadi komisaris PT. PLN.[5]
Dugaan penyalahgunaan narkotika
Pada tanggal 3 Maret 2019 pukul 18:30 WIB, sesuai keterangan Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba BareskrimPolri, Kombes. Pol.Krisno Halomoan Siregar, Andi Arief ditangkap di sebuah hotel di kawasan
Slipi, Jakarta Barat karena diduga menggunakan sabu. Polisi mencari barang bukti hingga menggeledah kamar mandi hotel dan terpaksa membongkar toilet duduk di dalam kamar mandi tersebut.[6] Atas peristiwa itu, pihak Partai Demokrat langsung menggelar rapat darurat.[7]