Prefektur Akita adalah prefektur terbesar ke-6 di Jepang, dengan luas wilayah sebesar 11.637,52km2 (4.493,27 mil persegi), dan merupakan prefektur terpadat ke-38 di Jepang, dengan jumlah penduduk kurang lebih 900 ribu orang (per 1 Agustus 2023). Kota-kota penting lainnya di prefektur ini yaitu Yokote, Daisen, dan Yurihonjō.[2]
Prefektur Akita terletak di wilayah pesisir Laut Jepang dan membentang ke arah timur hingga mencapai Pegunungan Ōu, yang merupakan kawasan pegunungan terpanjang di Jepang, di wilayah perbatasan prefektur ini dengan Prefektur Iwate. Sebagian besar wilayah Prefektur Akita terbentuk dari wilayah bagian utara Provinsi Dewa, yang daerahnya meliputi wilayah prefektur ini (kecuali kawasan Kazuno dan Kosaka) dan Prefektur Yamagata.
Terpisah beberapa ratus kilometer dan terhalang pegunungan Ōu dan Dewa yang membentang ke timur dari pusat perdagangan, politik, dan populasi utama Jepang, Akita sebagian besar terisolasi dari masyarakat Jepang hingga tahun 600. Akita adalah daerah pemburu-pengumpul dan yang terutama terdiri dari suku nomaden.
Catatan sejarah pertama mengenai Prefektur Akita ada pada tahun 658, ketika Abe no Hirafu menaklukkan suku Ezo asli di tempat yang sekarang menjadi kota Akita dan Noshiro. Hirafu, yang saat itu menjadi gubernur Provinsi Koshi (bagian barat laut Honshu yang berbatasan dengan Laut Jepang), mendirikan benteng di Sungai Mogami, sehingga dengan demikian memulai pemukiman Jepang di wilayah itu.
Pada tahun 733, sebuah pemukiman militer baru yang kemudian dinamai Kastil Akita dibangun di kota Akita modern di Takashimizu, dan juga jalan dan struktur bangunan yang lebih permanen mulai berkembang. Wilayah ini digunakan sebagai basis operasi untuk kekaisaran Jepang karena telah mengusir orang-orang Ezo asli dari Honshu utara.
Tampuk kepemimpinan itu bergeser tangan beberapa kali. Selama keshogunan Tokugawa itu diberikan kepada klan Satake, yang memerintah wilayah itu selama 260 tahun, klan tersebut mengembangkan industri pertanian dan pertambangan yang masih dominan hingga saat ini. Sepanjang periode itu, daerah tersebut diklasifikasikan sebagai bagian dari Provinsi Dewa.[1] Pada tahun 1871, selama Restorasi Meiji, Provinsi Dewa dibentuk kembali dan sistem han lama dihapus dan secara administratif direkonstruksi, sehingga menghasilkan perbatasan Akita saat ini.
Pada periode Heian penyair puisi waka yang terkenal, Ono no Komachi, dikatakan telah lahir di Yuzawa, Kota Ogachi, yang terletak di sebelah tenggara prefektur.
Wilayah Prefektur Akita berbentuk empat persegi panjang, yang membentang 181km dari utara ke selatan dan 111km dari barat ke timur. Pegunungan Ōu menjadi batas prefektur ini di sebelah timur, dan Pegunungan Dewa yang lebih tinggi membentang di bagian tengah dari wilayah prefektur ini. Seperti kebanyakan wilayah utara di Jepang, Prefektur ini memiliku musim dingin yang sangat dingin, terutama daerah yang jauh dari wilayah pesisir.
Pada tanggal 31 Maret 2019, 11% dari total luas wilayah prefektur ini ditetapkan sebagai Taman Nasional, yaitu Taman Nasional Towada-Hachimantai; Taman Kuasi-Nasional Chōkai, Kurikoma, dan Oga; serta Cagar Alam Prefektural Akita Shirakami, Hachimori Iwadate, Kimimachizaka, Magi Mahiru, Moriyoshizan, Taiheizan, Tashirodake, dan Tazawako Dakigaeri.[5][6]
Wilayah Kotapraja Kawabe dan Yuwa (keduanya berasal dari wilayah Distrik Kawabe), digabungkan ke dalam wilayah Kota Akita pada 11 Januari2005. Distrik Kawabe dihapuskan sebagai akibat dari penggabungan wilayah ini.
Catatan: Data dalam bagan di atas diambil selama lima tahun (2003-2008). Grafik menunjukkan berapa banyak orang yang bermigrasi ke Kota Akita dari prefektur lain. Secara keseluruhan, penduduk baru di Preefektur Akita adalah 4.981 orang atau 1,5%.[7]
Seperti sebagian besar Wilayah Tohoku, perekonomian Akita tetap didominasi oleh industri tradisional, seperti pertanian, perikanan, dan kehutanan. Ini telah menyebabkan banyak orang muda bermigrasi ke Tokyo dan kota-kota besar lainnya. Prefektur Akita adalah tempat penurunan populasi yang paling parah di Jepang; prefektur ini adalah satu dari empat prefektur di Jepang yang mencatat penurunan populasi sejak 1945. Prefektur ini juga memiliki persentase jumlah anak terendah yaitu, yaitu 11,2% dari total populasi.[8] Pada 2010, prefektur ini hanya memiliki populasi lebih dari 1 juta orang.[9] Bahkan pada 2019 populasi dari prefektur akita tidak lebih dari 1 juta orang.
Tingginya tingkat depopulasi di Prefektur Akita telah menyebabkan penggabungan komunitas yang lebih kecil satu dengan yang lain. Karena depopulasi dalam komunitas ini dan migrasi ke komunitas yang lebih besar terus berlanjut, maka fasilitas pendidikan dan kesehatan telah ditutup di beberapa daerah, yang mengarah pada kelanjutan migrasi keluarga ke kota-kota besar untuk akses yang lebih baik ke peluang kesehatan dan pendidikan. Penurunan generasi muda telah menyebabkan kekhawatiran untuk mempertahankan masyarakat pedesaan yang menghadapi masalah penuaan dan depopulasi.[7]
Kebudayaan
Kiritanpo
Akita terkenal dengan pertanian padi dan pabrik sake-nya.[10] Prefektur ini terkenal juga karena merupakan prefektur dengan konsumsi sake tertinggi di Jepang.[11] Prefektur ini juga dianggap sebagai asal dari jenis anjing Akita. Para wanita di wilayah itu, yang disebut sebagai ‘’Akita bijin’’ (秋田 美人 ‘’keindahan Akita’’), juga mendapatkan kemasyhuran luas untuk kulit putih mereka, wajah bulat dan suara tinggi, yang semuanya dianggap sangat diinginkan.[12] Ono no Komachi adalah contoh terkenal dari seorang ‘’Akita bijin’’.
Makanan
Akita dikenal dengan spesialisasi regional berikut (tokusanhin):
Rumah Samurai di KakunodateFestival Kamakura Yokote pada bulan februariPemandangan malam Festival Akita Kanto pada bulan Agustus
Baru-baru ini ada upaya untuk merevitalisasi masyarakat pedesaan yang menghadapi depopulasi dengan berbagai bentuk wisata hijau serta agrowisata.[14] Upaya-upaya ini terutama ditujukan pada kaum urban dan dalam beberapa para pelancong, yaitu dengan mengiklankan hutan asli Prefektur Akita serta banyak budaya tak berwujud dan hamparan sawahnya.[7] Di Akita telah ada dorongan untuk tinggal di rumah, pasar petani untuk makanan yang diproduksi secara lokal, dan integrasi orang luar ke dalam praktik budaya lokal, misalnya ritual Namahage pada Malam Tahun Baru, yang menarik sejumlah besar wisatawan ke Prefektur Akita setiap tahunnya.[15]
Di dekat Danau Tazawa, ada cukup banyak pemandian air panas (onsen), yang didatangi oleh pelancong dari seluruh Jepang. Selain itu, ada banyak pula matsuri yang menawarkan kebudayaan yang telah berlangsung dari Jepang kuno. Beberapa contoh festival yang terkenal adalah Akita Kanto, Festival Kembang Api Omagari, Festival Namahage, dan Festival Yokote Kamakura.
Kakunodate adalah kota kecil yang nyaman, yang memiliku banyak rumah samurai. Rumah Aoyagi dahulunya adalah tempat tinggal dari Odano Naotake, orang yang pertama kali mengilustrasikan anatomi tubuh manusia di Jepang. Rumah itu sekarang menjadi musium dan galeri dari ilustrasi medis dan barang-barang tradisional.
Mulai tahun 2009, Akita mulai mengalami lonjakan besar pelancong Korea Selatan setelah penayangan drama populer ‘’Iris’’, yang menampilkan beberapa adegan pengambilan gambar di Akita, terutama di Danau Tazawa dan Oga's GAO Aquarium.[16]
Festival
Festival Tug Besar Kariwano, Daisen (Februari[17])
↑自然公園都道府県別面積総括[General overview of area figures for Natural Parks by prefecture](PDF) (dalam bahasa Japanese). Ministry of the Environment. Diakses tanggal 17 August 2019. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑秋田の自然マップ[Akita Nature Map] (dalam bahasa Japanese). Akita Prefecture. Diakses tanggal 17 August 2019. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
123Quinones, C. Kenneth. “Chapter 2: Akita City.” Akita-Beyond the Road's Narrow End, Mineo Nakajima, 2011, pp. 26–27.
↑県人口108万5845人に減少 落ち込み幅最大、国勢調査速報 (dalam bahasa Japanese). Desember 28, 2010. Diarsipkan dari asli tanggal July 17, 2011. Diakses tanggal December 28, 2010. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Foster, Michael Dylan. “Inviting the Uninvited Guest: Ritual, Festival, Tourism, and the Namahage of Japan.” Journal of American Folklore, American Folklore Society, 1 Aug. 2013, muse.jhu.edu/article/515294/pdf.
↑笠井 (Kasai), 哲也 (Tetsuya); 矢島大輔 (Yajima Daisuke) (April 21, 2010). 韓国人ファン、秋田に殺到 ドラマ「アイリス」効果. Asahi Shimbun (dalam bahasa Japanese). Japan. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 23, 2010. Diakses tanggal April 22, 2010. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑"刈和野の大綱引き"(PDF) (dalam bahasa Jepang). Daisen City. Diarsipkan dari asli(pdf) tanggal 2015-11-27. Diakses tanggal November 26, 2015.
↑"大館アメッコ市 - 秋田県大館市" (dalam bahasa Jepang). Odate City. Diakses tanggal November 26, 2015.
↑"(冬)横手のかまくら|横手市" (dalam bahasa Jepang). Yokote City. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-27. Diakses tanggal November 26, 2015.
↑"総合案内|羽後町" (dalam bahasa Jepang). Ugo Town. Diakses tanggal November 26, 2015.
↑"English|羽後町" (dalam bahasa Inggris). Ugo Town. Diakses tanggal November 26, 2015.
↑"毛馬内の盆踊" (dalam bahasa Jepang). Kazuno City. Diarsipkan dari asli tanggal November 26, 2015. Diakses tanggal November 26, 2015.