Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Artikel ini ditulis menyerupai opini penulis Wikipedia mengenai suatu topik, alih-alih pendapat para ahli.. Bantulah menyuntingnya dengan menghapus bagian tersebut dan menuliskannya sesuai dengan gaya penulisan ensiklopedia.
Dr. (H.C.) Agustin Teras Narang, S.H., M.H., adalah Gubernur Kalimantan Tengah ke-12. Sebelum menduduki jabatan ini, ia telah dikenal luas sebagai seorang politikus yang pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Teras Narang menggantikan Sodjuangan Situmorang, yang sebelumnya ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur Kalimantan Tengah. Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai inisiatif tata kelola pemerintahan, di antaranya sebagai salah satu Teman Serikat dalam kemitraan Pembaruan Tata Pemerintahan. Di samping peran politiknya, Teras Narang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), sebuah organisasi adat penting bagi masyarakat Dayak.[butuh rujukan]
Riwayat organisasi
Dr. Agustin Teras Narang sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia periode 2019–2024
Dr. (H.C.) Agustin Teras Narang, S.H., M.H., merupakan seorang tokoh yang aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi penting di Indonesia. Dedikasi dan komitmennya dalam berorganisasi tecermin dari peran-peran strategis yang pernah diembannya. Salah satunya, beliau menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat PUSBADHI, sebuah organisasi yang berfokus pada pembangunan hukum dan hak asasi manusia, selama periode yang cukup panjang, yaitu dari tahun 1980 hingga 1992. Jabatan ini memperlihatkan kepiawaian dan pengalaman beliau dalam mengelola organisasi berskala nasional yang memiliki dampak sosial signifikan.
Selain itu, kepemimpinan beliau juga terlihat saat terpilih sebagai Ketua Umum/Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), organisasi yang memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan adat dan budaya Dayak. Teras Narang memegang posisi ini dari tahun 2006 hingga 2010, yang kemudian dilanjutkan dengan jabatan yang lebih tinggi sebagai Presiden Majelis Adat Dayak Nasional dari tahun 2010 hingga 2015. Di bawah kepemimpinannya, Majelis Adat Dayak Nasional berhasil memainkan peran yang lebih besar dalam mempromosikan kepentingan masyarakat Dayak di tingkat nasional.
Komitmen beliau terhadap organisasi tidak berhenti di sana. Dr. Teras Narang juga dipercaya sebagai Ketua MPH-PGI (Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia) dari tahun 2017 hingga 2019, di mana beliau turut berperan dalam memperkuat hubungan antar gereja dan memajukan kerukunan umat beragama di Indonesia.
Di samping peran-peran tersebut, Dr. Teras Narang juga menunjukkan ketertarikannya pada bidang olahraga, khususnya bela diri Muaythai. Beliau menjadi bagian dari Dewan Penasehat Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB-MI) sebagai Anggota dari tahun 2017 hingga 2021, menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya terbatas pada aspek hukum dan budaya, tetapi juga meluas ke dunia olahraga, di mana beliau turut mendukung perkembangan Muaythai di Indonesia.