Ageratina altissima merupakan tumbuhan dari famili Asteraceae (suku aster-asteran). Tumbuhan ini berasal dari wilayah sepanjang Kanada bagian timur hingga Amerika Serikat. Dalam bahasa Inggris, tumbuhan ini dikenal dengan sebutan white snakeroot. Nama ilmiah Ageratina altissima pertama kali dipublikasikan oleh botanis Robert Merrill King pada 1970.[1]
Pemerian
Tanaman ini tegak atau terkadang merambat, tumbuh hingga setinggi 1,5 meter (4,9 kaki), menghasilkan rumpun berbatang tunggal atau majemuk pada pertengahan hingga akhir musim panas dan musim gugur. Batangnya halus dengan daun-daun yang berhadapan berjarak cukup jauh, dengan setiap pasang daun membentuk sudut 90 derajat dari pasangan di atas dan di bawah (dekusasi). Bagian atas tanaman memiliki banyak cabang, yang biasanya muncul berpasangan berlawanan arah. Daunnya memiliki tepi bergerigi tajam dan panjangnya mencapai 15 sentimeter (6 inci).[2]
Di ujung cabang atas, malai atau korimbus majemuk berpuncak datar dengan kepala bunga putih muncul, berukuran 5–15 sentimeter (2–6 inci). Bunganya berwarna putih bersih dan setelah mekar, biji-biji kecil dengan ekor putih halus dilepaskan dan tertiup angin. Tanaman ini dapat menyebar baik melalui penyebaran bijinya oleh angin maupun melalui rimpang.[3]
Ada dua varietas berbeda: Ageratina altissima var. altissima dan Ageratinaaltissima var. roanensis (Appalachianwhite snakeroot); mereka berbeda dalam panjang filum bunga dan bentuk puncaknya.[4]
Sebaran dan habitat
A. altissima berasal dari Amerika Serikat bagian tengah dan timur, dari Texas di barat hingga Maine di timur dan utara, dan Florida di selatan. Spesies ini juga berasal dari Kanada, tepatnya di Quebec, Ontario, dan Wilayah Barat Laut.[5] Spesies ini adaptif terhadap berbagai kondisi pertumbuhan: ditemukan di hutan dan semak belukar, serta di daerah teduh dengan tanah terbuka yang gundul, dan dapat tumbuh menjadi gulma di lanskap teduh dan pagar tanaman.[6]
Ekologi
Ageratina altissima di Taman Paine Falls, Ohio, Amerika Serikat
Tanaman ini mekar di musim gugur, dari bulan Juli hingga Oktober. Nektarnya mengundang banyak spesies kupu-kupu dan ngengat, lebah, tawon, dan lalat.[3] Ini adalah inang larva untuk beberapa jenis ngengat, termasuk ngengat Clymene (Haploa clymene), Leucospilapteryx venustella, dan ngengat Melanchra adjuncta.
Kegunaan
A. altissima bisa digunakan untuk mengisi kebun rumah, kebun liar, kebun hutan, dan area alami. Tumbuhan ini mungkin juga efektif ditanam di sudut-sudut teduh perbatasan.[7] Selain itu, ia juga bisa digunakan sebagai obat-obatan. Penduduk asli Amerika menggunakan ekstrak dari akarnya sebagai obat gigitan ular, yang kemudian mengilhami nama umumnya.[8]
Toksisitas
Tumbuhan ini sangat beracun dan dapat berakibat fatal jika dimakan. Keracunan ini ditandai dengan kelemahan, mual, sakit perut, muntah, delirium, kerusakan jantung, kelelahan, dan akhirnya koma. Meminum susu dari sapi yang telah memakan tanaman ini dapat menyebabkan "mabuk susu" dan muntah. Para pemukim awal Amerika Serikat dulu pernah menjadi korbannya, dan mungkin hal itu menjadi penyebab kematian Nancy Hanks Lincoln, ibu Abraham Lincoln.[8]