Penumpang dan awak
Dari 63 penumpang di dalam pesawat, 40 di antaranya merupakan warga negara Rusia, termasuk sekitar 30 pegawai maskapai beserta anggota keluarganya.[2][3] Sisanya adalah penumpang asing, sebagian besar pebisnis dari Hong Kong dan Taiwan yang sedang mencari peluang ekonomi di Rusia.[2][3]
Kapten penerbangan adalah Andrey Viktorovich Danilov (40 tahun) yang direkrut oleh Aeroflot pada November 1992. Ia memiliki lebih dari 9.500 jam terbang, termasuk 950 jam pada Airbus A310, dengan sebagian besar di antaranya sebagai kapten. Kopilotnya adalah Igor Vladimirovich Piskaryov (33 tahun) yang memiliki total 5.885 jam terbang, termasuk 440 jam pada A310. Sementara itu, kapten cadangan Yaroslav Vladimirovich Kudrinsky (39 tahun) memiliki lebih dari 8.940 jam terbang serta pengalaman menerbangkan berbagai pesawat Soviet seperti Yakovlev Yak-40, Antonov An-12, dan Ilyushin Il-76. Selain tiga pilot, terdapat sembilan pramugari di dalam pesawat.
Kecelakaan
Tidak lama setelah tengah malam pada 23 Maret 1994, pesawat sedang terbang dari Moskow menuju Hong Kong dengan membawa 75 orang.[2] Dalam penerbangan tersebut, Kudrinsky membawa dua anaknya untuk pertama kalinya dalam perjalanan internasional, dan mengizinkan mereka masuk ke kokpit saat ia sedang bertugas. Dengan demikian, terdapat lima orang di kokpit saat itu: Kudrinsky, kopilot Piskaryov, putranya Eldar yang berusia 15 tahun, putrinya Yana yang berusia 13 tahun, dan seorang pilot lain bernama Vladimir Makarov yang sedang bepergian sebagai penumpang.[4]
Saat autopilot aktif, Kudrinsky, yang melanggar peraturan, mengizinkan anak-anaknya duduk di kursi pilot.[5] Yana lebih dahulu duduk di kursi pilot sebelah kiri pada pukul 00.43. Untuk memberi kesan bahwa putrinya sedang "menerbangkan" pesawat, Kudrinsky mengubah arah autopilot secara manual, meskipun sebenarnya Yana tidak mengendalikan pesawat sama sekali. Beberapa saat kemudian, Eldar bergantian duduk di kursi pilot.
Kurang dari empat menit kemudian, Eldar tanpa sadar terlalu menahan kendali pesawat selama sekitar 30 detik. Tindakan ini menyebabkan komputer penerbangan mengalihkan kendali kemudi guling ke mode manual, sementara sistem autopilot lain tetap aktif.[1][6] Dengan kata lain, pesawat berada dalam kondisi kendali parsial antara autopilot dan manusia. Sebuah lampu indikator kecil menyala untuk memperingatkan kondisi tersebut, tetapi para pilot tampaknya tidak menyadarinya karena terbiasa dengan pesawat rancangan Soviet yang menggunakan peringatan suara.
Eldar menjadi orang pertama yang menyadari adanya masalah ketika ia melihat pesawat mulai miring ke kanan. Tak lama kemudian, indikator lintasan penerbangan menunjukkan bahwa pesawat sedang terus berbelok. Karena belokan berlangsung terus-menerus, tampilan di layar memperlihatkan lintasan berbentuk putaran 180 derajat, menyerupai pola terbang menunggu (holding pattern). Hal ini membingungkan para pilot selama sekitar sembilan detik. Dalam waktu singkat, sudut kemiringan pesawat melewati 45 derajat hingga hampir 90 derajat, jauh lebih curam daripada batas desain Airbus A310.
Karena pesawat tidak dapat mempertahankan ketinggian pada sudut semiring itu, pesawat mulai turun dengan cepat. Gaya gravitasi yang meningkat membuat awak kesulitan mengambil kembali kendali pesawat. Autopilot yang tidak lagi mengendalikan kemudi guling mencoba memperbaiki situasi dengan menaikkan hidung pesawat dan menambah daya mesin. Akibatnya, pesawat justru memasuki kondisi anjlok. Karena tidak mampu lagi mengatasi situasi, autopilot akhirnya mati sepenuhnya. Pada saat yang sama, layar autopilot mendadak kosong. Untuk memulihkan kondisi anjlok tersebut, sistem komputer secara otomatis menurunkan hidung pesawat, dan menyebabkan pesawat masuk ke dalam terjunan tajam.[1]
Berkurangnya gaya gravitasi membuat Kudrinsky dapat kembali duduk di kursinya. Piskaryov berhasil menarik pesawat keluar dari terjunan. Namun, ia melakukan koreksi berlebihan sehingga pesawat justru naik hampir vertikal. Hal ini kembali menyebabkan anjlok dan memicu putaran spiral kedua. Dalam putaran tersebut, Kudrinsky hampir berhasil memulihkan pesawat, tetapi kembali menarik kendali terlalu keras sehingga kecepatan pesawat turun drastis. pada kemudi arah kemudian membuat pesawat masuk ke putaran datar kedua (flat spin).
Walaupun Kudrinsky dan Piskaryov akhirnya berhasil menstabilkan sayap pesawat kembali, mereka tidak menyadari seberapa jauh pesawat telah kehilangan ketinggian. Saat itu, ketinggian sudah terlalu rendah untuk melakukan pemulihan. Pesawat akhirnya menghantam pegunungan pada pukul 00.58 dalam posisi relatif datar tetapi dalam kecepatan vertikal sangat tinggi, diperkirakan sekitar 70 m/s (230 ft/s). Seluruh proses sejak anak-anak Kudrinsky pertama kali duduk di kursi pilot hingga kecelakaan terjadi berlangsung sekitar 16 menit. Semua penumpang dan awak tewas seketika saat benturan.
Pesawat ditemukan dalam posisi roda pendaratan tertutup, dan diketahui seluruh penumpang telah dipersiapkan menghadapi kemungkinan pendaratan darurat karena semuanya sudah mengenakan sabuk pengaman. Tidak ada panggilan darurat yang sempat dikirim sebelum kecelakaan. Penyelidikan kemudian menemukan bahwa sebenarnya tidak ada kerusakan teknis pada pesawat.[1] Bahkan, analisis menunjukkan bahwa apabila para pilot melepaskan kendali setelah putaran spiral pertama, prinsip aerodinamika kemungkinan besar akan membuat pesawat kembali stabil dengan sendirinya dan kecelakaan dapat dihindari.[1]
Puing-puing pesawat ditemukan di lereng terpencil pegunungan Kuznetsk Alatau, sekitar 20 km (12 mi) di timur Mezhdurechensk. Kotak hitam ditemukan pada hari kedua pencarian.