Acer mandshuricum, atau tangkira manchuria, merupakan spesies tangkira yang berasal dari kawasan Tiongkok timur laut hingga tengah (termasuk tenggara Gansu, Heilongjiang, Jilin, Liaoning, dan bagian selatan Shaanxi), serta ditemukan secara alami di Korea dan wilayah Primorsky Krai di Rusia.[2]
Deskripsi
Acer mandshuricum merupakan pohon gugur berbentuk ramping yang dapat mencapai tinggi sekitar 30 meter, meskipun umumnya tumbuh lebih rendah. Spesies ini termasuk dalam kelompok tangkira berdaun trifoliat dan berkerabat dengan Acer triflorum serta Acer griseum, tetapi dibedakan oleh kulit kayunya yang halus berwarna abu-abu, tidak mengelupas seperti kedua spesies tersebut.[3][4]
Daunnya bertangkai sepanjang 7–10 cm dan terdiri atas tiga selebaran. Setiap selebaran bertangkai pendek, berbentuk lonjong, dengan panjang 5–10 cm dan lebar 1,5–3 cm, serta bertepi bergerigi. Selebaran tengah umumnya sama ukuran atau sedikit lebih besar dibanding selebaran samping. Daun muncul pada awal musim semi, dengan warna hijau tua yang kontras terhadap tangkai daun berwarna merah sepanjang masa pertumbuhan. Bunganya berwarna hijau kekuningan dan tersusun dalam kelompok berisi tiga hingga lima kuntum. Buahnya berupa samara yang keras, tersusun horizontal, dengan panjang 3–3,5 cm dan lebar sekitar 1 cm.[5][2]
Kultivasi
Spesies ini mulai dibudidayakan pada tahun 1904, ketika sebuah pohon ditanam di Kebun Botani Kew, Inggris. Namun, pertumbuhannya di Inggris tidak terlalu berhasil karena tanaman ini lebih cocok dengan iklim kontinental; akibatnya, daun yang muncul lebih awal sering rusak oleh embun beku musim semi. Catatan dari Tree Register of the British Isles menunjukkan bahwa spesimen terbesar di sana hanya mencapai tinggi sekitar 8 meter.[5]
Walau jarang ditemui dalam budidayaan selain di arboreta, bentuknya yang ramping menjadikannya sesuai untuk taman berukuran kecil. Seperti kerabat dekatnya, spesies ini juga menampilkan warna musim gugur yang mencolok, mulai dari merah muda hingga oranye. Pertumbuhan optimal dicapai jika ditanam di tempat yang mendapat cahaya matahari penuh hingga teduh parsial, serta pada tanah yang lembap, berdrainase baik, dan bersifat asam hingga netral.[6]