Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita YesusKristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.[7]
Suatu bagian penting dari hakikat dan sifat Kristus ialah memberi secara berkorban. Karena Ia telah menjadi miskin, maka sekarang orang percaya mengambil bagian dalam kekayaan kekal-Nya. Allah menginginkan sikap yang sama di kalangan umat-Nya sebagai bukti bahwa kasih karunia-Nya berkerja di dalam diri mereka. Semua anugerah kasih karunia dan keselamatan, kerajaan sorga, dan bahkan aib demi Kristus, merupakan kekayaan kekal yang telah mereka terima sebagai pengganti bagi dosa mereka yang menjijikkan (Lukas 12:15; Efesus 1:3; Filipi 4:11–13,18–19; Ibrani 11:26; Wahyu 3:17).[8]
Referensi
↑Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
↑John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 9794159050.