Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.[4]
Di sini Paulus menggambarkan para pengkhotbah yang melunakkan tuntutan Injil demi memperoleh uang, penghormatan, dan keberhasilan (bandingkan: 2 Korintus 11:4,12–15). Mereka itu berbakat dan pandai meyakinkan, tetapi secara diam-diam mereka itu tidak jujur. Mereka tamak akan uang dan kemasyhuran (bandingkan: Yohanes 10:12–13; Filipi 1:15,17; 1 Petrus 5:2; 2 Petrus 2:1–3,14–16).[5]
Referensi
↑Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
↑John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.