Dalam Surat 1 Korintus pasal 12 sampai pasal 14:40 Paulus menulis tentang karunia-karunia Roh Kudus yang dianugerahkan kepada tubuh Kristus. Karunia ini adalah bagian yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan dan pelayanan jemaat yang mula-mula. Allah berkehendak agar karunia ini akan terus bekerja sampai Kristus datang kembali (1 Korintus 1:7).
Maksud Allah dalam pemberian karunia rohani ini adalah sebagai berikut:
Untuk menyatakan kasih karunia, kuasa, dan kasih Roh Kudus di antara umat-Nya dalam pertemuan umum, rumah, keluarga, dan kehidupan pribadi mereka (1 Korintus 12:4–7; 14:25; Roma 15:18–19; Efesus 4:8);
Untuk memenuhi kebutuhan manusia dan untuk menguatkan dan membangun kerohanian jemaat (1 Korintus 12:7,14–30; 14:3,12,26) dan juga orang percaya secara pribadi (1 Korintus 14:4) yaitu, untuk menyempurnakan orang percaya dalam "kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas" (1 Timotius 1:5; bandingkan 1 Korintus 13:1–13).
Istilah yang dipakai oleh Alkitab untuk karunia rohani menyatakan sifatnya.
"Karunia-karunia rohani" (bahasa Yunani: pneumatika, berasal dari kata pneuma, artinya "Roh") menunjuk kepada manifestasi adikodrati yang datang sebagai karunia dari Roh Kudus yang bekerja melalui orang percaya demi kebaikan bersama (1 Korintus 12:1,7; 14:1).
"Karunia-karunia" (bahasa Yunani: kharismata, berasal dari kata kharis, artinya "kasih karunia") menunjukkan bahwa karunia rohani mencakup baik motivasi batin dan kuasa untuk menyelenggarakan pelayanan (yaitu, pemberian kesanggupan), yang diterima dari Roh Kudus; karunia semacam itu memberi kekuatan rohani kepada tubuh Kristus dan mereka yang memerlukan pertolongan rohani (1 Korintus 12:4; Efesus 4:11; 1 Petrus 4:10; Roma 12:6).
"Pelayanan" atau "pelayanan-pelayanan" (bahasa Yunani: diakoniai, berasal dari kata diakonia, artinya "pelayanan") menekankan bahwa ada berbagai cara pelayanan dan bahwa karunia tertentu meliputi penerimaan kesanggupan dan kuasa untuk menolong orang lain (1 Korintus 12:4–5,27–31; Efesus 4:7,11–13). Paulus menunjukkan bahwa segi pelayanan karunia itu mencerminkan pelayanan yang bersifat "hamba" dari kehidupan Tuhan Yesus. Demikianlah, pekerjaan karunia-karunia didefinisikan berkenaan dengan kehadiran dan pekerjaan Kristus di antara kita (1 Korintus 12:3; 1:4).
"Pekerjaan" atau "pengaruh-pengaruh" (bahasa Yunani: energemata, berasal dari kata energes, artinya "aktif atau penuh tenaga") menandakan bahwa karunia rohani itu adalah pekerjaan langsung dari kuasa Allah Bapa dan membuahkan hasil-hasil tertentu (1 Korintus 12:6,10).
"Manifestasi Roh" (bahasa Yunani: fanerosis, berasal dari kata faneros (phaneros), artinya "terwujud") menekankan bahwa karunia rohani itu menjadi manifestasi langsung dari pekerjaan dan kehadiran Roh Kudus di dalam perhimpunan jemaat (1 Korintus 12:7–11).[5]
Ayat 27
Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.[6]
↑Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
↑John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 979-415-905-0.