Victoria secara resmi dinamai mengikuti dewi kemenangan dalam mitologi Romawi, Viktoria, dan juga Ratu Victoria. Dewi Viktoria (Nike dalam versi Yunani) adalah putri dari Stiks dengan TitanPallas. Nama yang kebetulan sama dengan ratu yang kemudian-berkuasa cukup menimbulkan kontroversi pada saat itu, dan Benjamin Apthorp Gould, editor Astronomical Journal yang terkenal, mengadopsi nama alternatif yaitu Clio (sekarang digunakan oleh 84 Klio), yang diusulkan oleh sang penemu. Namun, William Cranch Bond dari Obervatorium Sekolah Harvard, yang nantinya memiliki otoritas tertinggi dalam astronomi di Amerika, menyatakan bahwa persyaratan dari segi mitologi sudah terpenuhi dan nama itu (Victoria) diterima, dan akhirnya pendapatnya menang.[4]
Pengamatan radar astronomi dan interferometri menunjukkan bahwa bentuk Victoria adalah memanjang, dan diduga merupakan asteroid biner.[5]
Menurut pengamatan, Victoria hanya pernah menutupi bintang lain sebanyak tiga kali sejak penemuannya.