Kelajuan lepasAnalisis kelajuan lepas oleh Isaac Newton. Proyektil A dan B jatuh kembali ke Bumi. Proyektil C mencapai orbit lingkaran, D orbit elips. Proyektil E lepas.
Untuk benda bulat simetris, kelajuan lepasnya dihitung menggunakan rumus
G adalah konstanta gravitasi universal (G=6.67×10−11 m3 kg−1 s−2), M adalah massa planet, bintang atau benda lain, dan r adalah jarak dari pusat gravitasi.
Dalam persamaan ini, friksi atmosfer atau gaya hambat tidak ikut dihitung. Sebuah roket yang bergerak keluar dari lubang gravitasi tidak perlu mencapai kelajuan lepas untuk melakukannya, tetapi mampu mencapai hasil yang sama dengan kelajuan berjalan kaki menggunakan mode dorongan yang cocok dan bahan bakar yang cukup. Kelajuan lepas hanya berlaku pada lintasan balistik.
Untuk meninggalkan planet Bumi, kelajuan lepas yang dibutuhkan sebesar 11,2km/detik (sekitar 40.320 km/jam, atau 25.000mph), tetapi kelajuan 42,1km/detik dibutuhkan untuk lepas dari gravitasi Matahari (dan keluar dari tata surya) dari posisi yang sama
Dua kolom terakhir akan bergantung secara tepat pada lokasi di mana kelajuan lepas orbit tercapai, karena orbitnya tidak benar-benar melingkar (terutama Merkurius dan Pluto).
↑Smith, Martin C.; Ruchti, G. R.; Helmi, A.; Wyse, R. F. G. (2007). "The RAVE Survey: Constraining the Local Galactic Escape Speed". Proceedings of the International Astronomical Union. 2 (S235): 755–772. arXiv:astro-ph/0611671. doi:10.1017/S1743921306005692.