Ketua The Fed Beri Sinyal, Harga Emas Dunia Langsung Naik

Harga emas dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Rabu setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan. Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, juga memberikan sentimen positif dengan menyatakan bahwa risiko inflasi mulai mereda. Harga emas di pasar spot naik 2,1% menjadi US$ 4.089,49 per ounce, setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak November 2025.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada kuartal II 2026, logam mulia tersebut juga mencatatkan kinerja negatif. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus menguat 1,6% ke level US$ 4.103,10 per ounce. Pedagang logam independen, Tai Wong, mengatakan bahwa pelemahan data tenaga kerja swasta AS menjadi pemicu utama kenaikan harga emas.

Di sisi lain, komentar Ketua The Fed mengenai inflasi turut mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS sehingga meningkatkan daya tarik emas. “Emas mengalami kenaikan yang cukup baik. Data lapangan kerja yang lebih rendah dari perkiraan menjadi pemicu awal, sementara komentar Ketua The Fed bahwa inflasi mulai menurun membuat imbal hasil obligasi turun dan mendorong pasar emas yang sebelumnya lesu kembali bergairah,” kata Wong.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan ekspektasi maupun risiko inflasi dalam beberapa pekan terakhir mulai menurun. Meski demikian, ia kembali menegaskan komitmen bank sentral AS untuk membawa inflasi kembali ke target 2%. Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan suku bunga umumnya mengurangi daya tarik logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 67% bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada September mendatang, berdasarkan alat pemantau CME FedWatch. Dari sisi geopolitik, Amerika Serikat dan Iran juga menggelar pembicaraan teknis di Doha pada Rabu. Kedua negara berupaya mencapai kesepakatan terkait kelancaran pelayaran di Selat Hormuz sekaligus mengamankan gencatan senjata yang berkelanjutan, menurut seorang pejabat Iran.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Untuk platinum melonjak 3,1% menjadi US$ 1.599,36 per ounce setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak November tahun lalu. Logam mulia lainnya juga mencatat penguatan, dengan harga perak spot naik 2,8% menjadi US$ 60,24 per ounce dan palladium menguat 1,6% ke US$ 1.223,68 per ounce.

Kenaikan harga emas ini masih memiliki potensi untuk berlanjut, tergantung pada laporan ketenagakerjaan nonpertanian (non-farm payrolls/NFP) yang dirilis Kamis nanti. Jika hasil laporan tersebut menunjukkan angka yang kuat, maka harga emas mungkin akan mengalami penurunan. Namun, jika laporan tersebut lemah, maka harga emas berpotensi terus menguat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8154815/harga-emas-bangkit-dari-titik-terendah-didorong-pernyataan-ketua-the-fed, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *