Harga Minyak Dunia Tembus US$ 70 per Barel, Ini Penyebabnya

Harga minyak dunia tembus US$ 70 per barel pada perdagangan Senin setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan untuk menghentikan aksi saling serang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di kawasan Timur Tengah. Kesepakatan tersebut memberikan harapan baru terhadap stabilitas pasokan minyak global meski ketegangan di kawasan belum sepenuhnya mereda. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 1,9% menjadi US$ 70,56 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent sebagai acuan internasional turut menguat 1,3% menjadi US$ 72,91 per barel.

Momen Kritis di Timur Tengah

Sebelumnya, militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran setelah sebuah kapal tanker komersial yang melintas di Selat Hormuz dilaporkan terkena proyektil pada Sabtu. Di saat yang sama, Kuwait dan Bahrain juga melaporkan adanya serangan rudal serta drone yang masuk ke wilayah mereka. Eskalasi tersebut mendorong Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran.

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyatakan bahwa militer AS telah menyerang lokasi penyimpanan rudal, drone, hingga radar pantai milik Iran sebagai respons atas dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata. “Pesawat tempur Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta fasilitas radar pantai karena kembali melanggar Perjanjian Gencatan Senjata!” tulis Trump.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda:

1. Serangan militer AS terhadap target di Iran merupakan respons atas dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

2. Kapal tanker komersial yang melintas di Selat Hormuz dilaporkan terkena proyektil pada Sabtu.

3. Kuwait dan Bahrain juga melaporkan adanya serangan rudal serta drone yang masuk ke wilayah mereka.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penguatan harga minyak terjadi setelah bentrokan antara AS dan Iran sempat mengancam proses negosiasi untuk mengakhiri konflik. Pejabat AS menyatakan kedua negara sepakat menghentikan sementara aksi militer sehingga kapal-kapal dagang dapat kembali melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak dunia.

“Pembicaraan teknis dijadwalkan terus berlanjut untuk membahas seluruh poin dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU),” kata seorang pejabat AS. “Untuk sementara waktu, kedua belah pihak akan menghentikan aksi militer sehingga kapal-kapal dapat melintas dengan bebas.”

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski harga minyak menguat, sejumlah analis menilai pelaku pasar terlalu cepat optimistis terhadap prospek pemulihan pasokan minyak dari kawasan Teluk Persia. Strategis ING, Warren Patterson dan Ewa Manthey, mengatakan perkembangan yang terjadi sepanjang akhir pekan menunjukkan bahwa risiko terhadap pasar minyak masih sangat tinggi.

“Meski demikian, pelaku pasar tampaknya mengabaikan perkembangan tersebut dan lebih memilih fokus pada dampak positif jika aliran pasokan minyak terus pulih terhadap keseimbangan pasar global,” tulis Patterson dan Manthey.

Dengan demikian, jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh pelaku pasar untuk memantau perkembangan situasi di Timur Tengah dan dampaknya terhadap harga minyak dunia masih sangat panjang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8111588/harga-minyak-kembali-tembus-us-70-per-barel, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *