DPR dan Petinggi Danantara Gelar Rapat 2 Jam, Ini Hasil Keputusan Terbaru
DPR dan petinggi Danantara menggelar rapat selama 2 jam untuk membahas roadmap dan rencana kerja anggaran perusahaan PT Danantara Development Management Fund (DDMF) Tahun 2026. Rapat tersebut dihadiri oleh pimpinan dan anggota Komisi XI DPR, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Chief Technology Officer (CTO) Danantara yang juga sekaligus Direktur Utama PT Danantara Development Management Fund Sigit Puji Santosa, beserta jajaran lainnya. Agenda rapat tersebut adalah konsultasi terkait rencana kerja, rencana anggaran, dan sejumlah proyek yang akan dijalankan DDMF pada 2026.
Apa yang Terjadi dalam Rapat?
Rapat tersebut membahas terkait rencana DDMF untuk masuk ke dalam program prioritas pemerintah Presiden Prabowo. Salah satunya yakni pada program hilirisasi. Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan bahwa pihak Danantara memaparkan terkait rencana kerja, rencana anggaran, hingga sejumlah proyek yang akan dijalankan DDMF pada 2026. Namun, ia enggan mengungkapkan rinciannya karena menghormati sifat rapat yang tertutup.
“Banyak yang disampaikan terkait anggaran, banyak juga yang disampaikan terkait dengan proyek dan banyak pertanyaan dari anggota, tapi semuanya adalah rapat tertutup,” ujar Misbakhun saat ditemui usai rapat. “Saya menjaga kredensial rapat tertutup tersebut, jadi saya tidak bisa mengungkapkan apa yang disampaikan di dalam rapat tersebut,” sambungnya.
Mengapa DDMF Penting?
DDMF akan masuk untuk berinvestasi pada sektor-sektor yang memiliki tingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI) jangka panjang yang selama ini minim diminati swasta. “Kalau diserahkan kepada swasta, itu sangat rendah dan sangat minim partisipasi swastanya. Maka kehadiran negara ditetapkan bahwa DDMF harus masuk ke sana. Itu yang utama. Definitively proyeknya apa saya belum bisa menyampaikan kepada teman-teman,” ujar Misbakhun.
Menurut Sigit Puji Santosa, rapat tadi membahas terkait rencana DDMF untuk masuk ke dalam program prioritas pemerintah Presiden Prabowo. Salah satunya yakni pada program hilirisasi. “Program hilirisasi dan lain-lain itu prioritasnya,” ujar Sigit. Saat ditanya apakah DDMF juga bakal masuk ke dalam proyek Giant Sea Wall, Sigit belum bisa mendetailkannya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kehadiran DDMF diharapkan dapat meningkatkan investasi pada sektor-sektor yang memiliki potensi besar namun minim diminati swasta. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, seperti berapa besar anggaran yang dibutuhkan dan bagaimana mekanisme kerja DDMF.
Sigit Puji Santosa memastikan bahwa proyek-proyek tersebut tidak akan menggunakan APBN. “Oh enggak, enggak ada APBN. Ini semua swasta dan investasi. Nggak ada APBN,” pungkasnya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh DDMF dalam menjalankan proyek-proyek prioritas pemerintah. Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang baik, diharapkan DDMF dapat mencapai target-target yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. DPR dan Danantara diharapkan dapat terus bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8556071/dpr-dan-petinggi-danantara-rapat-2-jam-ini-hasilnya, without altering the facts of the original article.