Reaktor ini dirancang oleh para ilmuwan Kanada, Inggris dan Prancis sebagai bagian dari upaya untuk menghasilkan plutonium yang akan digunakan untuk membuat senjata nuklir selama Perang Dunia II.[2] Reaktor ini dikembangkan ketika fasilitas penelitian dari Laboratorium Montreal dan Laboratorium Sungai Chalk masih berada di bawah pengawasan Dewan Penelitian Nasional Kanada (NRC). ZEEP berperan penting dalam pengembangan reaktor NRX dan NRU, yang mengarah pada pengembangan reaktor CANDU yang sukses.[1][3][4][5][6] ZEEP juga digunakan untuk menguji efek reaktivitas dan parameter fisika lainnya yang diperlukan untuk pengembangan reaktor di Laboratorium Sungai Chalk, termasuk kisi-kisi bahan bakar untuk reaktor NRU yang berlokasi di sebelahnya.
ZEEP adalah salah satu reaktor air berat tekanan tinggi pertama di dunia, dan juga dirancang untuk menggunakan uranium alam (yang tidak diperkaya); sebuah fitur yang dibawa ke desain CANDU. Pengayaan uranium adalah proses yang rumit dan mahal; dengan demikian, kemampuan untuk menggunakan uranium yang tidak diperkaya memberi ZEEP dan turunannya sejumlah keuntungan yang berbeda.
ZEEP terus digunakan untuk penelitian dasar hingga tahun 1970.[1] Reaktor ini dinonaktifkan pada tahun 1973 dan dibongkar pada tahun 1997. Pada tahun 1966 ZEEP ditetapkan sebagai situs bersejarah oleh pemerintah daerah Ontario, dan diperingati dengan dibuatnya sebuah historic plaqueDiarsipkan 2014-03-03 di Wayback Machine.. Baik plakat reaktor ini maupun ZEEP, keduanya sekarang dipajang di Museum Teknologi dan Sains Kanada di Ottawa, Kanada.