Reaktor CANDUQinshan Fase III Unit 1 dan 2, berlokasi di Zhejiang, Cina.
CANDU (Canada Deuterium Uranium) adalah desain reaktor air
berat bertekanan Kanada yang digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik. Akronim
ini mengacu pada moderatordeuterium oksida (air berat) dan
penggunaan bahan bakar uranium (aslinya alami). Reaktor CANDU pertama kali dikembangkan
pada akhir 1950-an dan 1960-an oleh kemitraan antara Atomic Energy of Canada Limited
(AECL), Hydro-Electric Power Commission of Ontario, Canadian General Electric, dan perusahaan
lain.[1][2][3]
Hingga kini, terdapat sekitar 34 reaktor CANDU dan turunannya di seluruh dunia, dengan
sekitar 30 unit masih beroperasi. Reaktor CANDU telah dibangun di Kanada, Argentina,
Tiongkok, India, Pakistan, Romania, dan Korea Selatan.[4]
Sejarah Pengembangan
Latar Belakang
Kebijakan nuklir Kanada sejak awal berfokus pada pengembangan reaktor yang menggunakan
uranium alam yang melimpah di dalam negeri, tanpa bergantung pada layanan [[pengayaan
uranium]] yang hanya tersedia dari negara lain.[5]
Tantangan utamanya adalah membuat reaktor air berat berskala besar tanpa kemampuan industri
berat domestik yang memadai untuk mencetak bejana tekan berukuran besar. Solusi inovatif
yang ditemukan para insinyur Kanada adalah menggunakan ratusan tabung tekan horizontal
terpisah, bukan satu bejana tekan tunggal—sebuah konsep yang menjadi ciri khas desain CANDU
hingga saat ini.[5]
Prototipe dan Reaktor Komersial Awal
Reaktor demonstrasi pertama CANDU, NPD (Nuclear Power Demonstration), mulai
beroperasi pada tahun 1962 di Rolphton, Ontario, dengan kapasitas 20 MWe. Ini adalah
reaktor pembangkit listrik pertama di Kanada dan pembuktian pertama konsep CANDU.[6]
Reaktor berskala penuh pertama, Douglas Point, mulai beroperasi di Kincardine,
Ontario pada tahun 1966 dengan kapasitas 220 MWe dan berfungsi sebagai wahana pembelajaran
penting bagi industri nuklir Kanada sebelum dipensiunkan pada 1984.[6]
Ekspansi komersial besar-besaran berlangsung pada era 1970-an dengan beroperasinya empat
unit Pickering A (total 2.060 MWe, beroperasi penuh 1973), menjadikannya pembangkit
nuklir terbesar di dunia pada saat itu. Menyusul kemudian stasiun Bruce (mulai 1977)
dan Darlington (mulai beroperasi 1990) di Ontario.[7]
Ekspor Internasional
Reaktor CANDU pertama di luar Kanada mulai beroperasi di India (Rajasthan-1) pada awal
1970-an. Namun kerja sama nuklir Kanada-India terputus pada 1974 setelah India meledakkan
bom nuklir pertamanya menggunakan plutonium dari reaktor CIRUS yang berbasis desain NRX
Kanada.[6] Selanjutnya, reaktor CANDU berhasil diekspor ke Argentina,
Romania, Korea Selatan, Tiongkok, dan Pakistan.[8]
Prinsip Kerja
Diagram skematik reaktor CANDU: Sisi panas dan dingin dari untai air berat primer; sisi panas dan dingin dari untai air ringan sekunder; dan moderator air berat yang sejuk di dalam kalandria, bersamaan dengan batang penyesuai yang dimasukkan sebagian (sebutan untuk batang kendali CANDU).
Reaktor CANDU menggunakan uranium alam (dengan kandungan U-235 sekitar
0,7%) dalam bentuk pelet uranium dioksida (UO₂) yang dimasukkan ke dalam batang bahan
bakar. Tiga puluh tujuh batang bahan bakar disatukan dalam satu rakitan silinder (fuel
bundle) berukuran sekitar 50 cm panjang dan 10 cm diameter, dengan bobot sekitar 20 kg.[9]
Bahan bakar ini berbeda dari sebagian besar desain reaktor lain yang memerlukan uranium
yang diperkaya (konsentrasi U-235 ditingkatkan menjadi 2–5%).[10]
Moderator dan Pendingin Air Berat
Kunci utama kemampuan CANDU menggunakan uranium alam adalah penggunaan air berat (D₂O)
sebagai moderator. Air berat 1.700 kali lebih efisien daripada air biasa (air ringan) dalam
memperlambat neutron, sehingga jauh lebih sedikit neutron yang terserap—memungkinkan reaksi
berantai tetap berlangsung meski dengan uranium yang tidak diperkaya.[10]
Moderator air berat dijaga pada suhu yang relatif rendah (~70°C) menggunakan sistem
pendingin terpisah, sementara air berat pendingin utama yang bertekanan tinggi mengalir
melalui tabung-tabung bahan bakar dan kemudian menuju generator uap untuk menghasilkan
uap yang memutar turbin uap.[10]
Desain Calandria dan Tabung Tekan
Inti reaktor CANDU terdiri dari sebuah calandria—bejana silinder horizontal yang
berisi ratusan tabung tekan (pressure tubes) yang tersusun secara horizontal. Setiap
tabung tekan berisi sederetan rakitan bahan bakar yang terendam dalam air berat pendingin
bertekanan tinggi, sementara di sekeliling tabung-tabung tersebut mengalir air berat
moderator bertekanan rendah. Pemisahan antara sistem pendingin dan sistem moderator ini
merupakan inovasi khas CANDU.[9]
Rentang kemungkinan siklus bahan bakar CANDU: Reaktor CANDU dapat menerima berbagai jenis bahan bakar, termasuk bahan bakar bekas dari reaktor air ringan.
Pengisian Bahan Bakar saat Beroperasi (On-Power Refuelling)
Salah satu keunggulan terpenting CANDU adalah kemampuan pengisian bahan bakar saat reaktor
beroperasi penuh (on-power refuelling), yang tidak dimiliki sebagian besar desain reaktor
lain. Hal ini dimungkinkan oleh desain tabung horizontal: dua mesin pengisi bahan bakar
bekerja dari dua ujung berlawanan setiap saluran bahan bakar—satu memasukkan rakitan baru,
satu lagi menerima rakitan bekas di ujung lainnya, semuanya dilakukan dari jarak jauh.[11]
Kemampuan ini memungkinkan faktor kapasitas CANDU mencapai lebih dari 90% dalam
operasi beban dasar, dan juga memudahkan identifikasi serta pemindahan bahan bakar yang
rusak tanpa harus mematikan reaktor.[12]
Keselamatan
Reaktor CANDU dilengkapi dua sistem penghentian darurat yang sepenuhnya independen satu
sama lain: (1) batang shut-off yang jatuh secara gravitasi ke inti reaktor, dan (2)
injeksi bertekanan tinggi racun neutron gadolinium ke dalam moderator. Kedua sistem
mampu menghentikan reaksi dalam waktu 2 detik setelah terjadi kecelakaan kehilangan
pendingin (Loss-of-Coolant Accident/LOCA), tanpa memerlukan intervensi operator.[12]
Selain itu, desain CANDU memiliki keunggulan keselamatan pasif: bila terjadi kehilangan air
berat moderator yang signifikan, reaksi fisi secara otomatis berhenti karena reaktor menjadi
subcritical. Dua volume besar air (moderator dan air perisai) yang mengelilingi inti
reaktor juga berfungsi sebagai penyerap panas pasif darurat bila sistem pendingin aktif
gagal.[13]
Keunggulan dan Kelemahan
Keunggulan
Menggunakan uranium alam—tidak memerlukan pengayaan uranium yang mahal, sehingga biaya bahan bakar lebih rendah dan ketergantungan pada negara penyedia pengayaan dihindari.[4]
Pengisian bahan bakar saat beroperasi penuh meningkatkan faktor kapasitas dan memudahkan perawatan.[12]
Dua sistem penghentian darurat yang independen meningkatkan keandalan keselamatan.[12]
Bejana reaktor beroperasi pada tekanan lebih rendah daripada reaktor air bertekanan (PWR), sehingga biaya konstruksi bejana lebih kecil.[14]
Fleksibel dalam penggunaan bahan bakar: selain uranium alam, CANDU dapat menggunakan uranium yang diperkaya, thorium, atau bahan bakar bekas dari reaktor air ringan.[9]
Kelemahan
Air berat sangat mahal untuk diproduksi (proses pemisahan deuterium memerlukan fasilitas khusus), menambah biaya modal awal.[10]
Karena moderator berupa air berat dalam jumlah besar, CANDU menghasilkan tritium dalam jumlah lebih banyak daripada reaktor air ringan. Tritium adalah zat radioaktif yang sulit dikontrol dan dapat masuk ke sistem biologis.[15]
Kepadatan daya inti reaktor rendah, sehingga ukuran reaktor relatif besar untuk daya yang sama.[16]
Kemampuan pengisian bahan bakar saat beroperasi menimbulkan kekhawatiran proliferasi nuklir karena bahan bakar bekas dapat dikeluarkan secara diam-diam untuk ekstraksi plutonium.[17]
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir CANDU di Kanada
Seluruh 17 reaktor daya yang beroperasi di Kanada adalah reaktor CANDU, yang secara
keseluruhan menyumbang sekitar 15% kebutuhan listrik nasional.[18] Empat stasiun utama
di Kanada adalah:
Pembangkit Nuklir Bruce (Ontario) – 8 unit CANDU, merupakan fasilitas tenaga nuklir terbesar yang beroperasi di dunia berdasarkan jumlah reaktor. Juga merupakan pemasok kobalt-60 terbesar di dunia.[19]
Pembangkit Nuklir Pickering (Ontario) – 8 unit CANDU (6 beroperasi), salah satu pembangkit nuklir tertua di dunia yang masih beroperasi.
Pembangkit Nuklir Darlington (Ontario) – 4 unit CANDU; memegang rekor operasi kontinu terpanjang dengan 1.106 hari tanpa henti.
CANDU 6 – Desain standar unit tunggal 600–700 MWe yang dipasarkan secara internasional (digunakan di Point Lepreau, Cernavoda Romania, Wolsong Korea Selatan, Embalse Argentina).
CANDU 9 – Pengembangan lebih lanjut kelas 900 MWe (desain satu unit).
Advanced CANDU Reactor (ACR-1000) – Desain generasi berikutnya yang dikembangkan AECL, menggunakan moderator air berat namun mengganti pendingin dengan air ringan dan bahan bakar uranium pengayaan rendah untuk mengurangi biaya. Desain ini tidak pernah dibangun secara komersial.[20]