You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love (ditulis dengan huruf kecil semua)[1] adalah album studio ketiga oleh penyanyi dan penulis lagu Amerika Serikat Olivia Rodrigo, dirilis oleh Geffen Records pada 12 Juni 2026. Sebagai album konsep, rekaman ini mengabadikan naik turunnya sebuah hubungan, dan hilangnya jati diri secara bertahap yang terjadi sepanjang perjalanan. Album ini menampilkan penampilan tamu dari musisi Inggris Robert Smith pada lagu "What's Wrong with Me", menandai pertama kalinya artis lain muncul di album studio Rodrigo.
Album ini didahului oleh dua single. Single utama, "Drop Dead," mencapai nomor satu di lima negara, termasuk Britania Raya dan Amerika Serikat, di mana lagu ini menjadi lagu Rodrigo yang keempat yang menduduki puncak tangga lagu Billboard Hot 100. Single kedua, "The Cure", mencapai 10 besar di beberapa negara. Single ketiga, "Stupid Song", dirilis bersamaan dengan album, dengan video musik yang menyertainya. Untuk mendukung album tersebut, Rodrigo akan memulai tur bertajuk The Unraveled Tour.
Saat dirilis, You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love mendapat pujian luas dari kritikus musik, yang menyoroti penulisan lagu Rodrigo yang jujur, kerentanan, dan menganggapnya sebagai peningkatan kedewasaan yang signifikan dibandingkan dengan kary-akarya sebelumnya. Menurut Metacritic, yang mengumpulkan skor dari kritikus musik, You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love adalah album dengan peringkat tertinggi tahun 2026 sejauh ini.
Latar belakang
Pada 8 September 2023, Olivia Rodrigo merilis album studio keduanya, Guts, yang sukses secara kritikus dan komersial.[2] Diproduksi oleh kolaborator lamanya Dan Nigro, album yang beragam secara sonik ini terinspirasi oleh periode waktu setelah perilisan album debutnya, Sour (2021).[3] Album ini menerima enam nominasi di Grammy Awards ke-66 dan didukung oleh Guts World Tour (2024–2025).
Pada Maret 2026, Rodrigo mulai mengeluarkan arah tematik album ketiganya dalam wawancara dengan British Vogue.[4] Ia mengindikasikan bahwa album tersebut sebagian besar akan menampilkan "lagu cinta yang sedih", menjelaskan bahwa banyak lagu romantis favoritnya mendapatkan daya tariknya dari arus bawah ketakutan atau kerinduan.[5][6][7] Pada 2 April 2026, judul album tersebut diungkapkan setelah dilukis di dinding merah muda di Los Angeles dan diisyaratkan dengan kata terakhirnya di beberapa kota.
Menandai perubahan gaya dari suara pop-rock Sour dan Guts,[8]You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love melanjutkan kolaborasi Rodrigo dengan Nigro, yang kembali sebagai produser album.[9] Album ini mengambil inspirasi dari masa Rodrigo di London, dan ia menyatakan bahwa ini akan menjadi album "paling eksperimental". yang pernah ia buat. Salah satu lagu dalam album ini dikatakan merujuk pada hubungan karakter Sex and the City Miranda Hobbes dan Steve Brady.[4]
Daftar lagu album tersebut diungkapkan pada 26 Mei. Secara gaya, album ini dibagi menjadi dua bagian: Girl So in Love dan You Seem Pretty Sad.[17] Pre-rder untuk edisi vinyl eksklusif Target dimulai pada hari ia mengumumkan album tersebut. Pembeli dapat memilih berwarna pink "Pretty Sad" dan vinyl berwarna putih "Hope Like Snow".[18]
Single
Pada 7 April 2026, Rodrigo mengumumkan single utama album, "Drop Dead", yang dirilis pada 17 April.[19] Video musik yang menyertainya sebagian besar difilmkan di Istana Versailles dan disutradara oleh Petra Collins.[20] Single ini debut pada nomor satu di Billboard Hot 100 Amerika Serikat, memperpanjang rekornya sebagai artis pertama yang mendebutkan single utama dari tiga album pertamanya di puncak tangga lagu.[21]
Pada 19 Mei, "The Cure" diumumkan sebagai single kedua dan dirilis pada 22 Mei.[22] Single ini mencapai nomor satu di Australia,[23] Irlandia, dan Singapura[24] dan nomor lima di Amerika Serikat.[25] Edisi fisik single ini menampilkan lagu "Never Do".[26] Sebuah vinyl edisi terbatas promo "Walk in the Park" untuk lagu album "Honeybee" dan "Cigarette Smoke" juga dirilis.[27]
Single ketiga, "Stupid Song" dirilis bersamaan dengan album tersebut dengan video musik yang sebagian besar diambil di Kota New York.[28]
Pemasaran
Pada 18 April, ia tampil sebagai bintang tamu kejutan di set Addison Rae di Coachella 2026 dan membawakan lagu "Drop Dead" secara langsung untuk pertama kalinya.[29] Rodrigo membawakan lagu baru dari album tersebut album, "Begged", saat tampil di Saturday Night Live pada 2 Mei 2026.[30] Pada 6 Juni, ia membawakan set kejutan di Primavera Sound hanya dengan pemberitahuan beberapa jam sebelumnya, membawakan lagu baru dari album tersebut, "What's Wrong with Me", bersama Robert Smith dari the Cure. Lagu ini menandai kolaborasi pertama Rodrigo dalam kariernya untuk sebuah lagu orisinal.[31][32] Video musik untuk "Stupid Song" dirilis pada 12 Juni 2026, tengah malam Waktu Bagian Timur.[33]
Tur
Pada 30 April, Rodrigo mengumumkan tur konser ketiganya, the Unraveled Tour, untuk mendukung album tersebut. Terdiri dari 86 tanggal di seluruh Amerika utara dan Eropa, tur ini akan dimulai pada 25 September 2026, di Hartford, dan berakhir pada 10 Mei 2027, di London. Artis pendukung termasuk Devon Again, Die Spitz, Grace Ives, the Last Dinner Party, dan Wolf Alice.[34][35]
Menurut ulasan aggregator Metacritic, You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love mendapat "pujian universal" berdasarkan skor rata-rata tertimbang sebesar 90 dari 100 dari tiga belas skor kritikus.[37] Agregator ulasan Any Decent Music memberikan album tersebut skor rata-rata tertimbang 9.0 dari 10 dari enam skor kritikus.[36]
Molly Mary O'Brien dari Pitchfork memandang You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love sebagai perilisan Rodrigo yang paling canggih hingga saat ini, yang mencerminkan peningkatan kedewasaannya. O'Brien berpendapat bahwa suasana lirik album tersebut juga ditangkap dengan sempurna secara sonik, dengan evolusi Rodrigo sebagai penulis lagu "sebuah pemandangan yang patut disaksikan".[16] Caleb Johnson dari Sputnikmusic menyatakan bahwa You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love "akan tercatat sebagai salah satu album terbaik dekade ini, dan album ini berad di antara jajaran klasik pop modern lainnya". Johnson memuji bakat penulisan lagu Rodrigo karena mencapai "tingkat kesempurnaan dan kedalaman yang jarang dicapai oleh rekan-rekan popnya".[11] Julyssa Lopez dari Rolling Stone percaya bahwa penceritaan Rodrigo telah matang di album ini, yang ia gambarkan sebagai "albumnya yang paling lengkap dan penuh petualangan musik".[41] Emma Constance dari Clash menggambarkan penulisan lagu Rodrigo sebagai seperti buku harian, menangkap naik turunnya hubungan romantis dengan kejujuran yang tak tersaring. Constance memuji lagu seperti "Drop Dead", "Stupid Song", dan "Honeybee" karena penggambaran euforia tentang kegilaan, sementara menyoroti "The Cure", "Begged", dan "What's Wrong with Me" sebagai eksplorasi patah hati yang menghancurkan namun menarik. Constance menyimpulkan bahwa Rodrigo telah "berhasil mengubah bagian lain yang bergejolak dalam hidupnya menjadi sesuatu yang indah tak boleh dilewatkan".[38]
Hazel Cills dari NPR Music memberikan ulasan yang lebih beragam terhadap album tersebut, mengkritik nada "melodramatis" dan "berulang" dari paruh pertama album dan mencatat bahwa "Rodrigo tidak cukup mundur untuk benar-benar memhami apa yang telah dilakukan hubungan ini padanya." Namun, Cills memuji "The Cure" sebagai "salah satu [lagu] terkuat dalam karier Rodrigo sejauh ini".[43] Tom Breihan dari Stereogum menyatakan bahwa album tersebut "meningkatkan pada college rock akhir tahun '80-an". Ia juga menggambarkan lagu kedua terakhir, "Expectations", sebagai "lagu new wave yang berdenyut dan membara dalam kepahitannya" dengan "bassline electro-pop yang mengingatkan Devo dan the Human League".[44]
Kinerja komersil
Pada hari pertama rilisnya, You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love meraih delapan puluh duajuta streaming global di Spotify, menjadikannya debut terbesar album artis wanita di layanan tersebut pada tahun 2026. Album ini juga meraih debut terbesar di Amazon Music pada tahun 2026.[45]
Daftar lagu
Daftar lagu You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love[46]