Sejumlah ayat menyebutnya "Yesua", sedangkan ayat-ayat lain menulisnya "Yosua" dalam Alkitab Ibrani. Dalam terjemahan bahasa YunaniSeptuaginta, nama Yesua ditranskripsi menjadi "Jesus" sebagaimana nama Yosua sebelumnya, yaitu "Yosua" bin Nun.
Riwayat
Yosua bin Yozadak menjabat sebagai Imam Besar (ha-Kohen ha-Gadol) sekitar tahun 515-490 SM dalam daftar Imam-imam Besar Israel. Penanggalan ini berdasarkan masa pelayanan dalam usia 25-50 tahun (menurut Kitab Bilanganpasal 8) bukan usia 30-50 tahun (menurut Bilangan 4).
Dicatat dalam Kitab Ezrapasal 5:2, bahwa Yesua termasuk pemimpin yang mendorong pembangunan kembali Bait Suci.[1] Kemudian, sejumlah anak dan keponakannya dinyatakan bersalah karena kawin campur dengan orang bukan Yahudi.[2]
Fakta-fakta mengenai kehidupan Yesua yang kemudian tergantung dari apakah Yesua masih hidup pada waktu ia muncul dalam penglihatan yang diperoleh nabi Zakharia. Jika penglihatan itu berhubungan dengan pembersihan dan penyucian Bait Allah oleh Nehemia yaitu Nehemia 13:28, yang melibatkan perkawinan cicit Yesua dengan putri Sanbalat orang Horon, maka Yesua mungkin berusia lebih dari 90 tahun, jika masih hidup.[3]
Dalam penglihatan
Dalam Kitab Zakharia (Zakharia 3:6–10 nabi Zakharia mendapat penglihatan dari seorang malaikat Allah di mana pekerjaan keimaman Yesua dipulihkan dan disucikan. Termasuk dalam penglihatan ini adalah persyaratan-persyaratan yang harus dikerjakan oleh Yesua. Hal ini termasuk:
berjalan dalam jalan Allah,
memegang hukum-hukum Allah,
memerintah rumah Allah,
memimpin pengadilan Allah.
Dengan memenuhi tugas-tugas ini, malaikat dalam Kitab Zakharia memberikan izin bagi Yesua dan imam-imam sejawatnya untuk masuk bagian terdalam Bait Suci. Penglihatan ini juga berfungsi untuk menyucikan Yesua dan menguduskannya dalam persiapan menjalankan tugas keimamannya.
Sebaliknya, jika Yesua sudah meninggal pada saat terjadinya peristiwa yang dicatat dalam Nehemia 13 maka kemungkinan penglihatan itu dimaksudkan untuk menggambarkan suasana ruang takhta ilahi di mana Satan dan malaikat berselisih mengenai jiwa Yesua, dan yang menjadi sasaran gambaran ini adalah Imam Besar waktu itu, yaitu Elyasib, cucu Yesua.[4]
Makam
Pada tahun 1825, makam tradisional Yesua dilaporkan ditemukan "satu jam perjalanan jauhnya dari Bagdad."[5]