Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya:[5]
Ayat 1 bahasa Ibrani
בשנת שתים לדריוש המלך בחדש הששי ביום אחד לחדש היה דבר־יהוה ביד־חגי הנביא אל־זרבבל בן־שאלתיאל פחת יהודה ואל־יהושע בן־יהוצדק הכהן הגדול לאמר׃
Nubuat dari Allah ini disampaikan oleh nabi Hagai pada tanggal 29 Agustus 520 SM, menurut perhitungan kalender modern. Nubuat-nubuat Hagai termasuk yang paling dapat dipastikan tarikhnya dalam Perjanjian Lama.[6]
Raja Koresy dari Persia mengizinkan 50.000 orang Yahudi buangan kembali ke Yerusalem di bawah pimpinan Zerubabel selaku bupati (bahasa Inggris:governorcode: en is deprecated , ="gubernur") dan Yosua selaku imam besar (lihat Ezra 1:2–4; 2:64–65; 3:2; 5:1). Sementara tahun kedua setelah kembali (536/535 SM) dasar Bait Suci diletakkan (lihat Ezra 3:8–10). Akan tetapi, pertentangan orang Samaria menghentikan pekerjaan di Bait Suci itu (lihat Ezra 4:1–5,24), dan setelah itu orang Yahudi menjadi acuh-tak acuh secara rohani dan menghentikan pembangunan itu selama 16 tahun. Allah kemudian mengutus nabi Hagai dan Zakharia untuk membangkitkan semangat umat itu agar melanjutkan pekerjaan tersebut.[7]
Penomoran ayat
Dalam Alkitab bahasa Indonesia, pasal ini terdiri dari 14 ayat, sedangkan dalam Alkitab bahasa Inggris terdapat 15 ayat, di mana ayat 15 merupakan ayat 1 dari pasal 2 dalam Alkitab bahasa Indonesia.
Referensi
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857