Sebelum grup YMO terbentuk, Sakamoto telah melakukan eksperimen dengan berbagai alat musik elektronik saat masih mengenyam pendidikan di Tokyo National University of Fine Arts and Music, termasuk penyintesis seperti Buchla, Moog, dan ARP.[6] Pimpinan grup musik YMO, Haruomi Hosono, telah menggunakan mesin drum Ace Tone sejak awal kariernya di awal tahun 1970-an.[7] Menyusul bubarnya grup musiknya Happy End pada tahun 1972, Hosono terlibat dalam perekaman beberapa lagu rok elektronik awal, seperti album folk pop rock Yōsui Inoue "Kōri no Sekai" (1973) dan album rock psikedelis progresif Osamu Kitajima "Benzaiten" (1974). Kedua album tersebut menggunakan penyintesis, gitar elektrik, bass elektrik, drum elektronik serta mesin drum. Pada waktu yang bersamaan, Hideki Matsutake, yang nantinya akan menjadi "anggota ke-4" dari grup musik ini, merupakan asisten musisi Isao Tomita.[8] Banyak metode dan teknik yang dikembangkan oleh Tomita dan Matsutake selama awal tahun 1970-an kemudian digunakan oleh Yellow Magic Orchestra.[9][10]
Sakamoto pertama kali bekerja sama dengan Hosono sebagai anggota live band-nya pada tahun 1976, sementara Takahashi merekrut Sakamoto untuk memproduksi rekaman solo debutnya pada tahun 1977 menyusul bubarnya Sadistic Mika Band. Hosono mengundang beberapa musikus, di antaranya termasuk Sakamoto dan Takahashi, untuk membantunya mengerjakan album Paraiso yang berisi lagu-lagu elektronik. Grup musik ini dinamakan "Harry Hosono and Yellow Magic Band" sebagai satire atas obsesi Jepang dengan ilmu hitam pada saat itu.[11] Pada awal tahun 1978, Hosono kembali bekerja sama dengan Sakamoto bersama Matsutake, untuk merekam album Cochin Moon, yang menggabungkan musik elektronik dengan musik India.[12] Dalam waktu yang bersamaan, Sakamoto merilis album solo perdananya, The Thousand Knives of Ryuichi Sakamoto, yang juga dikenal atas penggunaan awal dari sequencer musik Roland MC-8 Microcomposer.[13]
Saat Sakamoto mengerjakan Thousand Knives, Hosono mendapatkan ide untuk membuat grup musik disko instrumental yang berpotensi meraih kesuksesan di wilayah non-Jepang, yang kemudian mengundang Tasuo Hayashi dari Tin Pan Alley dan Hiroshi Sato dari Huckle Buck untuk bergabung, tapi mereka menolak.[13] Karena itu, Hosono kembali mengajak Sakamoto dan Takahashi untuk bergabung dan membentuk Yellow Magic Orchestra.[13]