2013–2014: Restrukturisasi setelah pembelian EMI
Pada tahun 2011, EMI setuju untuk menjual operasi rekaman musik kepada Universal Music Group seharga £1,2 miliar ($1,9 miliar) dan operasi penerbitan musik kepada konsorsium yang dipimpin oleh Sony seharga $2,2 miliar.[6] Perusahaan lain yang bersaing untuk bisnis musik rekaman Warner Music Group dilaporkan telah mengajukan tawaran sebesar $2 miliar.[7] Universal Music Group menyelesaikan akuisisi EMI pada 28 September 2012.[8] Pada tahun 2012, Ishizaka menjadi CEO EMI Music Japan sementara Universal Japan berencana mengadakan pertukaran perusahaan sebagai tanggapan dari penggabungan tersebut.[9] EMI Music Japan secara resmi diserap ke dalam Universal Japan, dibubarkan sebagai perusahaan dengan EMI Records Japan sebagai penerus label EMI Music Japan. Sembilan bulan setelah penggabungan, Ishizaka mengundurkan diri dari posisinya sebagai CEO dari Universal Japan, dan menjadi ketua non-eksekutif. Penggantinya, Naoshi Fujikura diangkat pada tahun 2014.[5] Pada April 2014, Universal Japan sekali lagi direstrukturisasi. Kebanyakan label berganti nama dan dipecah beberapa kali, termasuk EMI Records Japan yang dipisah menjadi dua sublabel EMI Records dan Virgin Records yang berganti nama menjadi EMI R dan kemudian bergabung dengan Delicious Deli Records untuk membentuk Virgin Music.[10]
2015–2022: Model bisnis baru, dorongan untuk streaming, dan distribusi di seluruh dunia
Pada Desember 2015, Fujikura mengumumkan bahwa Universal Japan merupakan "bisnis baru" dan perusahaan akan mengadopsi model bisnis baru untuk memperkuat bisnis.[11] Perubahan tersebut berlaku efektif sejak 1 Januari 2016.[11] Label baru, Universal-W didirikan pada Desember 2015 dengan perusahaan Jepang Warlock.[12]
Pada bulan Agustus 2016, Radwimps merilis jalur suara untuk film animasi Jepang tahun 2016 Your Name. Album ini sukses secara komersial di Jepang dan merupakan prestasi langka, berada dalam tangga lagu di Amerika Serikat pada tahun 2017.[13] Pada bulan Desember tahun yang sama, UMJ mengakuisisi Office Augusta [ja], sebuah agensi manajemen musik, dan menjadikannya anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya; Sehingga, label "Augusta Records" menjadi label afiliasi UMJ.[1]
Pada tahun 2017, perusahaan ini mengumumkan akan pindah dari Minato, Tokyo ke Gedung Menara Jingumae di Shibuya, Tokyo. Pemindahan tersebut dilakukan sejak 15 September hingga 9 Oktober 2018.[14][15] Pada bulan Desember 2017, Universal Japan mengumumkan bahwa mereka menangguhkan kontrak DJ Katsu yang merupakan anggota Hilcrhyme menyusul penangkapannya atas kepemilikan ganja. Ia kemudian meninggalkan grup setelah penangkapannya dan grup tersebut kehilangan kontrak rekaman mereka.
Pada Juni 2018, Universal Japan mengumumkan perjanjian lisensi eksklusif dengan Disney Music Group.[16]
Pada tahun 2019, Universal Japan menangguhkan penjualan diskografi Junnosuke Taguchi dan menghapus rilisannya dari toko digital menyusul penangkapannya atas kepemilikan ganja.[17]
Pada tahun 2020, Universal meluncurkan Virgin Music Label and Artist Services.[18] Layanan ini memberi solusi global kepada artis dan diluncurkan di banyak anak perusahaan Universal, termasuk Universal Japan.
Pada tahun 2021, Yoshimoto Music menandatangani kesepakatan distribusi dengan Universal Japan untuk rilisan mendatang. Pada Juli 2021, CEO Fujikura terdaftar dalam daftar International Power Players oleh Billboard. Dalam sebuah wawancara dengan Billboard Japan, Fujikura berbagi mengenai langkah-langkahnya dalam meningkatkan pendapatan streaming dan strategi untuk membuat artis Universal Japan masuk tangga lagu di luar negeri.[4] Universal Japan telah merilis rilisan sebelumnya dari artis terdahulu dan saat ini di bawah label mereka di seluruh dunia secara digital, termasuk Hikaru Utada, Crystal Kay, Radwimps, Mrs. Green Apple, Che'Nelle dan Ai.
2023-sekarang: Restrukturisasi ulang label Universal J, pengaktifan ulang label Polydor Records dan pembentukan label baru bersama Hololive Production
Pada 1 Januari 2023, Label Universal J yang digabung sejak hampir 20 tahun yang lalu menjalani restrukturisasi ulang dengan cara dipisah menjadi 2 label yakni Polydor Records dan UJ, label dari Johnny & Associates seperti Johnnys' Universe, Top J Records dan TJ Project akan ditempatkan langsung ke label UJ.[19] Artis yang menempati label Universal J hanya akan mengubah nama label mereka menjadi Polydor Records (kecuali beberapa artis dan penyanyi yang mempunyai label private tidak perlu mengubah nama label private mereka, dikarenakan label private artis ataupun penyanyi juga akan berpindah dan di bawah pengelolaan Polydor Records) saat perilisan sebuah single atau album. Polydor Records kembali aktif untuk pertama kalinya sebagai label setelah 20 tahun lamanya sejak digabung dengan Universal J[20][21]
Pada 8 Juli 2023, Agensi VTuber Jepang terkenal yakni Hololive Production membentuk sebuah label baru bersama Universal Music Japan dengan nama holo-n, label ini dikelola bersama dengan EMI Records Japan dan Hololive. Sebagai pendirian pertama, artis pertama yang menempati label ini adalah sebuah project musik dari Hololive yakni Blue Journey.[22]