Genre musik
Yakshagana memiliki tradisi musik yang unik, berbeda dari Karnataka Sangeetha dan musik Hindustan di India. Meskipun Yakshagana dan Karnataka Sangeetha mungkin memiliki akar yang sama, keduanya berkembang secara independen.
Pertunjukan Yakshagana khas melibatkan musik latar yang dimainkan oleh sekelompok musisi (disebut himmela) dan kelompok tari serta dialog (disebut mummela), yang bersama-sama membawakan kisah-kisah puitis di atas panggung. Himmela terdiri dari penyanyi utama (bhagawatha) yang juga mengarahkan pertunjukan dan dikenal sebagai "aktor pertama" (modalane vesha). Anggota himmela lainnya memainkan alat musik tradisional seperti maddale (gendang tangan), pungi (pipa), harmonium (organ), dan chande (gendang keras). Musik Yakshagana didasarkan pada ragas, yang memiliki pola ritme khas yang disebut mattu dan tala (atau meteran musik dalam istilah Barat).
Pertunjukan Yakshagana biasanya dimulai pada senja hari dengan pemukulan awal drum dalam beberapa komposisi tetap yang disebut abbara atau peetike. Pemukulan drum ini bisa berlangsung hingga satu jam sebelum para aktor akhirnya muncul di panggung. Para aktor mengenakan kostum megah, hiasan kepala, dan rias wajah yang mencolok.[5]
Pertunjukan Yakshagana biasanya menggambarkan cerita dari "Kavya" (puisi epik) dan "Purana" (teks Hindu kuno). Pertunjukan ini melibatkan seorang pendongeng (bhagawatha) yang menyanyikan cerita, termasuk dialog karakter, sementara para aktor menari mengikuti musik dan menggambarkan elemen cerita yang dinarasikan. Semua komponen Yakshagana—musik, tarian, dan dialog—diimprovisasi. Variasi dalam tarian dan jumlah dialog bergantung pada kemampuan dan pengetahuan para aktornya. Tidak jarang para aktor terlibat dalam debat atau argumen filosofis sambil tetap mempertahankan karakter mereka. Akting dalam Yakshagana dapat digolongkan sebagai akting metode. Pertunjukan ini sering dibandingkan dengan tradisi opera Barat. Secara tradisional, Yakshagana berlangsung dari senja hingga fajar.
Yakshagana populer di distrik Dakshina Kannada, Kasaragod, Udupi, Uttara Kannada, Shimoga, dan bagian barat Chikkamagaluru. Dalam beberapa tahun terakhir, Yakshagana juga telah menjadi populer di Bengaluru, terutama selama musim hujan ketika sedikit bentuk hiburan lain tersedia di distrik pesisir.