Tujuan dibuatnya WMI adalah untuk mendefinisikan sekumpulan spesifikasi yang terbebas dari lingkungan dan bersifat tidak proprietary yang mengizinkan informasi manajemen dapat digunakan bersama-sama antara aplikasi-aplikasi manajemen yang berjalan dalam beberapa sistem operasi kelas perusahaan besar (enterprise). WMI dapat bekerja dengan baik dengan teknologi manajemen yang sebelumnya telah ada, yakni Desktop Management Interface (DMI) dan Simple Network Management Protocol (SNMP).
Sebuah tempat penempatan objek (disebut sebagai WMI object repository) yang mendukung standar CIM dan digunakan untuk menyimpan informasi yang dapat dikumpulkan dari perangkat keras dan lunak yang dapat diatur dengan menggunakan WMI.
CIM Object Manager, yang mengumpulkan informasi dari beberapa penyedia WMI (disebut dengan WMI Provider) dan menyimpannya di dalam WMI object repository.
WMI Provider berfungsi sebagai perantara antara objek-objek jaringan yang sedang diatur dan WMI itu sendiri. Sebagai contoh, WMI registry provider mengizinkan beberapa informasi untuk dapat dikumpulkan dari registry yang terletak di dalam komputer jarak jauh dan disimpan di dalam repository. Untuk beberapa protokol lainnya, seperti halnya protokol Simple Network Management Protocol (SNMP), jika sebuah komputer hendak mengumpulkan informasi perangkat-perangkat yang dapat diatur dengan SNMP, maka SNMP provider harus mentranslasikan informasi tersebut ke sebuah format yang cocok untuk WMI.
Beberapa komponen di dalam Windows NT 5.x telah mendukung WMI, dan dapat diakses dari snap-inMicrosoft Management Console. Komponen-komponen tersebut mencakup hal-hal berikut:
Logical drive, yang dapat digunakan untuk mengatur drive-drive dalam komputer lokal dan drive yang terdapat dalam komputer jarak jauh. Beberapa metode yang dapat dilakukan adalah menampilkan properti dari drive tersebut, mengatur pengaturan keamanan (access control), dan melakukan beberapa tugas manajemen lainnya.
System properties, yang dapat digunakan untuk menampilkan dan memodifikasi properti sistem operasi di dalam komputer lokal dan komputer jarak jauh. Beberapa metode yang dapat dilakukan antara lain memodifikasi pengaturan memori virtual, melihat dan memodifikasi nama host dan NetBIOS serta nama domainnya, melakukan restart komputer dan beberapa tugas administrasi lainnya.
System information, yang dapat digunakan untuk menampilkan informasi sistem operasi yang sedang berjalan dalam sistem lokal maupun sistem jarak jauh, yang dapat digunakan untuk troubleshootingsistem operasi.
Windows service dependencies, yang dapat digunakan untuk melakukan troubleshooting beberapa masalah yang muncul akibat ketergantungan sebuah layanan dengan layanan lainnya.
Seorang Administrator dapat melakukan manajemen terhadap WMI dengan menggunakan MMC dengan menggunakan sebuah console yang disebut sebagai WMI Control, untuk melakukan beberapa tugas, seperti mengaktifkan pencatatan kesalahan, mengatur izin untuk akun pengguna dan group, dan melakukan backup terhadap CIM object repository.